Artikel

29 March 2010

Pendapat

Pendapat Anda?

Karikatur Anwar Ibrahim disumbangkan oleh kartunis Gandum.

10 December 2009

Pendapat

Pendapat Anda?

Dari Malaysiakini

Oleh Abdul Rahim Sabri

Kartunis kontroversi, pemimpin majalah Gedung Kartun yang diharamkan oleh Kementerian Dalam Negeri (KDN), melancarkan karya terbarunya, satira politik semasa Perak Darul Kartun.

Zulkiflee Anwar Haque, atau lebih popular dikenali Zunar, berkata karya terbaru ini diterbitkan dalam bentuk buku yang tidak memerlukan permit penerbitan daripada KDN.

“Penyambungan penerbitan ini dalam bentuk buku membuktikan pihak kami tidak berhasrat untuk berkonfrontasi dengan KDN kerana itu bukanlah matlamat kami.

(more…)

24 September 2009

Pendapat

Pendapat Anda?

Saya dan Azizah berlepas dengan penerbangan Emirates pada jam 2 pagi, transit di lapangan terbang Dubai selama tiga jam dan kini dalam penerbangan ka New York.

Waktu berlepas dari KLIA, selain membaca International Herald Tribune dan Asian Wall Street Journal, saya mengulangi sepintas lalu karya Paul Krugman “The Return of Depression Economics”, dan menghabiskan bab terakhir buku Martin Jacques “When China Rules the World: The Rise of the Middle Kingdom and the End of the Western World”.

Meskipun judulnya agak keterlaluan dan menggemparkan, ia memaparkan sudut sejarah dan budaya China secara padat selain pembedahan mengenai kemunculan China selaku gergasi ekonomi dunia.

Keletihan sudah dan mengantuk maka beradulah saya. Di sabelah saya Azizah sudah nyenyak tidur, seolah-olah telah didendangkan lagu Allahyarham P.Ramlee:

Tidurlah permaisuri, pejamkan mata…
Jika kau tidur lena, mimpikan bahagia…

Arakian, dalam perjalanan 13 jam ka New York dari Dubai, saya harus membaca sebanyak mungkin terutama mengenai China kerana subjek ini menjadi tema diskusi dengan mantan Naib Presiden Amerika Syarikat, Al Gore dan beberapa teman nanti. Nasib baik kami diberi penganjur tiket kelas pertama, waduh selesa sekali!

Dengan membekalkan bahan rujukan terpilih, saya terus menelaah rencana ilmiah yang rencam, di antaranya:

  1. China’s Strategic Ambition in Asia (Aaron Friedberg);
  2. Reframing China Policy – The Carnegie Debates (karya berasingan oleh Dan Blumenthal, Wing Thye Woo dan Barry Naughton);
  3. China: Country Report (Economist Intelligence Unit) dll. rencana pendek.

Hah, saya juga sempat menyaksikan filem yg dibintangi Tom Hanks, Angels and Demons. Filem ini persis The Da Vinci Code, dan hebat juga!

Terlintas pula untuk menonton lakunan Sandra Bullock dalam The Proposal, tapi terlalu banyak bacaan yang perlu dihadham.

Penerbangan panjang, meskipun membosankan namun berkesempatan membaca sebanyak mungkin.

Inshaallah, saya akan menyambung coretan jika punyai kelapangan setibanya kami di lapangan terbang John F. Kennedy, New York.

ANWAR IBRAHIM

17 September 2009

Pendapat

Pendapat Anda?

Dalam tazkirah selesai qiyamullail dan solat Subuh pagi tadi saya turut menyentuh karya Muhammad Hamidullah yang berjudul ““Why Fast?: Spiritual & Temporal Study of Fast in Islam”, juga sanggahan orientalis Vincent Monteil dan dirumuskan dengan puisi Zaman Edan olih Ronggo Warsito. Respon di bawah ini saya terima dari seorang teman dan menarik untuk direnungi:

———-

Ingin melewati karya agong Ronggo Warsito, ada pun Jawa itu dikenali dari segi bahasa dan tulisan berbeda amat di Semanjung Malaysia, malah keturunan saya belum terusik dengan sebarang keturunan lain dari jemputan darah Nusantara dari kebanyakan orang disini. Masih unggul darah Jawa mengalir.

Sayang Jawa dititip hingga ke bibir ini tinggalnya cuma bahasa “kasar”, sudah ketabrakan Jawa Halus kiriman Karya Agong Ronggo Warsito. Pembahasaan dalam Pujangga Ronggo Warsito dikirim lewat bahasa alus, panganan wong nang Keraton.

Ngak sama pembahasaan yang ada di sebelah sini. Berbeda sekali. Selintas carian dari Wak Google terlopong ini…

(more…)

22 August 2009

Pendapat

Pendapat Anda?

Dari Harakahdaily
Oleh Azamin Amin

PERMATANG PASIR,22 OGOS: Setelah matanya berair,perit dan sakit terkena gas pemedih mata, dia sudah tidak berganjak. Biarpun sudah berusia 75 tahun, dengan ‘kedegilan’ dan cekal hati,dia terus bangkit berjuang, bercakap dan bersuara ‘tanpa’ henti.

Dia tidak punya sebarang kepentingan, bukan untuk meraih keuntungan tetapi hanya dengan tujuan yang satu- niat suci sayangkan bahasa tercinta, Bahasa Melayu yang telah dihina.

Itulah sikap dan denyut nadi pejuang sejati A. Samad Said, yang kembali turun, bersama rakyat, menyemarakkan api membantah tindakan kerajaan dan pemimpin Melayu meminggir bahasa sendiri melalui dasar pengajaran Sains dan Matematik dalam bahasa Inggeris (PPSMI) yang telah ‘mengorbankan’ kebijaksanaan pelajar melayu,utamanya di desa nun jauh di sana.

(more…)

13 August 2009

Pendapat

Pendapat Anda?

W.S Rendra dan Datuk Seri Anwar Ibrahim di dalam majlis Mengenang Kebangkitan Nasional Budi Utomo di Kota Batu, provinsi Malang tahun lalu.

W.S Rendra dan Datuk Seri Anwar Ibrahim di dalam majlis Mengenang Kebangkitan Nasional Budi Utomo di Kota Batu, provinsi Malang tahun lalu.

Oleh Hasmi Hashim

Aku merindukan mata bayi
Setelah aku dikhianati mata durjana
Aku merindukan matahari
Karena aku dikerumuni mata gelap
.

Puisi dilafazkan. Saya selalu percaya seseorang penyair tidak muncul di pentas hanya karena kata-kata ‘indah’, lagi rapi. Justeru pentas memang bukan seluruhnya tempat untuk sebuah aksi ‘lakon’ semata-mata. Ia, mula-mulanya terpanggil. Kemudian, memanggil…

Kali pertama, saya menyaksikan WS Rendra mendeklamasi puisi, 8 tahun lalu. Di sebuah acara, di Petaling Jaya.

Rendra, dengan sosok yang tinggi, tua, namun tampan, menyingkap dan menggerbangkan rambutnya yang menghela lewat bahu. Semua orang terkaku. Masing-masing seperti menunggu ‘sabda’ dari lidah sang penyair. Lebih-lebih lagi saya yang masih rebung… umur belum cecah 25, tahun itu. Sebuah acara yang jarang-jarang berlangsung, pun berlangsung—meski saya sendiri sering turut serta dalam sekian banyak acara baca puisi. Namun sekali itu, lain.

(more…)

12 August 2009

Pendapat

Pendapat Anda?

Dari Tempointeraktif
oleh Goenawan Mohammad

Senin, 10 Agustus 2009

SAYA tak bisa mengerti bagaimana Rendra ”pergi selama-lamanya”, kecuali bahwa jasad itu dimakamkan, 7 Agustus 2009, dalam umur hampir 74. Rendra tak pernah mati: ia telah memberi kita puisi.

Lalu terdengarlah suara

di balik semak itu

sedang bulan merah mabuk

dan angin dari selatan.

Sajak seperti ini ditulis sekitar setengah abad yang lalu. Tapi deskripsinya yang bersahaja dan terang tetap menyembunyikan sesuatu yang seakan-akan baru terungkap secara mendadak buat pertama kalinya hari ini. Rendra menghadirkan yang tak terhingga. ”Tujuh pasang mata peri/terpejam di pohonan”. Imaji seperti itu terus-menerus tak bisa dibekukan oleh tafsir.

Puisi tentu saja bisa beku, juga puisi Rendra. Ini terjadi ketika apa yang tumbuh dan hidup dari dalamnya—yaitu yang fantastis, yang ganjil, yang misterius—ditiadakan. Ini yang terjadi ketika puisi diambil alih perannya oleh ajaran, dengan niat bisa berguna secara efektif. Dan zaman bisa membutuhkan itu: karena keadaan, kita dengan brutal menuntut puisi untuk mati suri.

(more…)

7 August 2009

Pendapat

Pendapat Anda?

Paman Doblang! Paman Doblang!
Mereka masukkan kamu ke dalam sel yang gelap.
Tanpa lampu. Tanpa lubang cahaya. Pengap.
Ada hawa. Tak ada angkasa.
Terkucil. Temanmu beratus-ratus nyamuk semata.
Terkunci. Tak tahu di mana berada.

Paman Doblang! Paman Doblang!
Apa katamu?

Ketika haus aku minum dari kaleng karatan.
Sambil bersila aku mengharungi waktu
lepas dari jam, hari dan bulan
Aku dipeluk oleh wibawa tidak berbentuk
tidak berupa, tidak bernama.
Aku istirah di sini.
Tenaga ghaib memupuk jiwaku.

Paman Doblang! Paman Doblang!
Di setiap jalan mengadang mastodon dan serigala.
Kamu terkurung dalam lingkaran.
Para pengeran meludahi kamu dari kereta kencana.
Kaki kamu dirantai ke batang karang.
Kamu dikutuk dan disalahkan.
Tanpa pengadilan.

Paman Doblang! Paman Doblang!
Bubur di piring timah
didorong dengan kaki ke depanmu
Paman Doblang, apa katamu?

Kesedaran adalah matahari.
Kesabaran adalah bumi.
Keberanian menjadi cakerawala.
Dan perjuangan
adalah perlaksanaan kata-kata.

-WS Rendra, 22 April 1984

 

Anwar Ibrahim bersama dengan Allahyarham WS Rendra

Anwar Ibrahim bersama dengan Allahyarham WS Rendra

Dukacita saya diberitakan bahawa Si Burung Merak, yang senantiasa megah mengibarkan sayap sudah pun menutup usianya.

Tatkala menerima berita pemergian sahabat lama — Wahyu Sulaiman Rendra — yang lebih dikenali sebagai WS Rendra, saya masih di Afrika Selatan.

Dua minggu lalu, sewaktu mengunjungi beliau di Jakarta, saya cuba mendorong Allahyarham agar cekal sambil menghimbau kenangan Kereta Kencana. 

Saya hiba dan terharu tatkala mengenang betapa beliau senantiasa menzahirkan sokongan kepada saya dan keluarga sewaktu saya dipenjarakan. Dan puisi Rajawali nukilan beliau jadi pembakar semangat sepanjang saya menjadi tapol di Sungai Buloh.

Allahyarham Rendra membuktikan bahawa kata-kata bukan saja mampu merempuh benteng kekuasaan, bahkan jua, kesaktian ampuh menerobos hati manusia buat menguak pintu kesadaran.

Saya dan Azizah berdoa moga ruh Allahyarham Rendra diberkati Allah SWT dan ditempatkan bersama mereka yang soleh. Buat Ken Zuraida dan keluarga, didoakan moga tetap cekal bersabar dan kuat semangat.

Al-Fatihah…

ANWAR IBRAHIM

22 July 2009

Pendapat

Pendapat Anda?

Semalam, di Stadium Sungai Besar, saya nukilkan semula peringatan Ronggowarsito yang dikenali sebagai ramalan Jayabaya. Ianya terkandung di dalam Serat Kalatida, mengupas bencana keruntuhan negara yang dikaitkan dengan amalan seperti rasuah dan salah guna kuasa sang pemerintah. Ini adalah antara bait-bait yang ditulis oleh pujangga besar Jawa tersebut:

Hidup di zaman edan,
gelap jiwa bingung pikiran
turut edan hati tak tahan
jika tak turut
batin merana dan penasaran
tertindas dan kelaparan
tapi janji Tuhan sudah pasti
seuntung apa pun orang yang lupa daratan
lebih selamat orang yang menjaga kesadaran.

ANWAR IBRAHIM

23 June 2009

Pendapat

Pendapat Anda?

Oleh Ahmad Nizam Hamid

RAJAWALI

sebuah sangkar besi
tidak bisa mengubah rajawali
menjadi seekor burung nuri

rajawali adalah pacar langit
dan di dalam sangkar besi
rajawali merasa pasti
bahwa langit akan selalu menanti

langit tanpa rajawali adalah keluasan
dan kebebasan tanpa sukma
tujuh langit, tujuh rajawali
tujuh cakrawala, tujuh pengembara

rajawali terbang tinggi memasuki sepi
memandang dunia
rajawali di sangkar besi
duduk bertapa
mengolah hidupnya

hidup adalah merjan-merjan kemungkinan
yang terjadi dari keringat matahari
tanpa kemantapan hati rajawali
mata kita hanya melihat fatamorgana

rajawali terbang tinggi membelah langit dengan setia
dan ia akan mematuk kedua matamu
wahai, kamu, pencemar langit yang durhaka

-Puisi nukilan WS Rendra dedikasi untuk Dato’ Seri Anwar Ibrahim

Tanggal 1.7.2009 akan bermula suatu lagi sandiwara ciptaan UMNO/BN terhadap Sdr. Anwar Ibrahim. Perbicaraan kes pendakwaan tuduhan liwat buat kesekian kalinya dihadapkan kepada Anwar. Kali ini yang mungkin berbeda adalah pengadunya, kalau dulu Azizan Abu Bakar, kali ini Saiful Bukhari Azlan.

Manakala para dalangnya, mereka-mereka yang dulu juga; para Dewa Kekuasaan di atas sana akan berterusan mengaburi mata rakyat bahawa kebenaran adalah seperti yang mereka inginkan.

Saya yakin sebagaimana keyakinan yang terpahat sejak sedekad yang lalu, bahawa pertuduhan ini tidak lebih sekadar rekayasa para Dewa Kekuasaan yang takut, bimbang dan bacul akan kebobrokan yang telah mereka cipta selama ini akan terungkai dek kerana seorang Anwar. Dan saya tetap yakin bahawa seperti sedekad yang lalu, rakyat tidak akan terperdaya dan dibuai oleh muslihat Najib, Musa Hasan, Gani Patail dan para cukong mereka.

(more…)

20 May 2009

Pendapat

Pendapat Anda?

From Malaysiakini

If March 8, 2008 marked the shattering of the myth of Barisan Nasional’s invincibility, May 18, 2009 – the day the once formidable coalition declined to contest a by-election – may well go down in history as the beginning of the coalition’s end.

“They say perception is everything in politics so this decision not to contest cannot avoid being perceived as the BN finally acknowledging it is beaten in what can be regarded as its heartland,” opined Anwar.

“Penanti is a 70 percent Malay constituency. For the BN to decline to contest in an area where hitherto they would not bat an eyelid to contest is proof that, right now, uneasy lies the head that wears the crown,” remarked the PKR supremo.

See video

14 May 2009

Pendapat

Pendapat Anda?

 

 

Perjumpaan DSAI dengan Pejuang Bahasa MelayuPerjumpaan DSAI dengan Pejuang Bahasa MelayuPerjumpaan DSAI dengan Pejuang Bahasa MelayuPerjumpaan DSAI dengan Pejuang Bahasa MelayuPerjumpaan DSAI dengan Pejuang Bahasa MelayuPerjumpaan DSAI dengan Pejuang Bahasa MelayuPerjumpaan DSAI dengan Pejuang Bahasa MelayuPerjumpaan DSAI dengan Pejuang Bahasa Melayu

Perjuangan memartabatkan Bahasa Melayu di negara ini ternyata tidak mudah sungguhpun Peruntukan 152 Perlembagaan Persekutuan secara khusus mengangkat kedudukannya sebagai bahasa kebangsaan. Semenjak kita mengecap kemerdekaan dari penjajahan Inggeris, hasrat terus membara untuk melihat Bahasa Melayu berada di persada serta berupaya menjadi bahasa pengucapan ilmu. Namun demikian hasrat dan cita-cita murni itu dikhianati oleh Perjuangan memartabatkan Bahasa Melayu di negara ini ternyata tidak mudah sungguhpun Peruntukan 152 Perlembagaan Persekutuan secara khusus mengangkat kedudukannya sebagai bahasa kebangsaan. Semenjak kita mengecap kemerdekaan dari penjajahan Inggeris, hasrat terus membara untuk melihat Bahasa Melayu berada di persada serta berupaya menjadi bahasa pengucapan ilmu. Namun demikian hasrat dan cita-cita murni itu dikhianati oleh pemimpin umno sendiri. Ini ketara sekali dengan kedegilan mereka yang meneruskan Dasar Pengajaran Dan Pembelajaran Sains Dan Matematik Dalam Bahasa Inggeris(PPSMI).

Makanya saya terpanggil untuk menemui beberapa tokoh Gerakan Mansuhkan PPSMI, di antara lainnya Dato’ Hassan Ahmad, Sasterawan Negara A. Samad Said, Profesor Abdullah dan Ainon Mohd. Kami berbincang perihal kedudukan istimewa Bahasa Melayu yang termaktub dalam Perlembagaan Persekutuan dan Dasar Pendidikan Negara. Mustahak ditekankan bahawa GMP ini bukanlah satu pergerakan anti Bahasa Inggeris sebagaimana yang cuba digambarkan oleh sesegelintir.

ANWAR IBRAHIM