Artikel

29 November 2015

Pendapat

Pendapat Anda?

Warkah DS Anwar Ibrahim

Dibaca oleh YB Nurul Izzah di Kongres Nasional KEADILAN pada 29 November 2015


Presiden yang dicintai, Timbalan Presiden dan pimpinan semua peringkat yang dikasihi.

Assalammualaikum dan salam sejahtera.

Seringkali dalam keheningan.., fikiran melayang menembusi tembok ke Segambut bersama Azizah dan keluarga. Dengan segar saya pastinya merayau menyapa teman dan pejuang yang terpaksa berhempas pulas diluar, serta kepasrahan rakyat yang diselubungi kesempitan hidup dan tekanan sistem “istibdat”.

Dalam bingkisan sempena kongres kali ini, saya cenderung untuk memberikan tumpuan kearah penjanaan kekuatan jemaah; dengan mengajak saudara – saudari  berbaiah dengan khitah asas perjuangan. Dengan sendirinya landasan tersebut  menolak faham kabilah; kesetiaan peribadi kepada Anwar dan tokoh lainnya.

Maka amat menyegarkan manakala membaca kenyataan tokoh – tokoh baru dan pimpinan muda yang menyertai KEADILAN baru – baru ini. Mereka menekankan dasar perjuangan kearah pemerkasaan rakyat ; memperjuangkan keadilan dan kemanusian!

Peringatan al quranul kareem agar menyerahkan amanah kepada ahlinya; terikat dengan akhlak dan etika serta apa yang kini diungkapkan sebagai “democratic accountability”. Seharusnya pimpinan disemua peringkat yang arif dengan saranan ” taklif wala tasyri”. Tanggungjawab bukan keistimewaan wajar menghayatinya sekaligus memaknai intipati perjuangan.

Menyingkap teori  Ibnu Khaldun mengenai pasang surut perjuangan dari tahap “umran badawi” ke “umran hadari”, perjuangan kebangsaan; malah sejak gejolak Reformasi sendiri – tahap awal lebih diwarnai dengan kegigihan dan keberanian tanpa sebarang habuan.

Masa beredar dan kita kini tercabar untuk menguji kekuatan dan bermuhasabah setelah merasai sedikit nikmat dan kedudukkan, ditambah dengan gelaran. Justru itu saya anjurkan supaya kita kembali kepada “khitah”.

W.S Rendra melontarkan mutiara kata :

” kesedaran adalah matahari
Kesabaran adalah bumi
Keberanian menjadi cakrawala
Dan perjuangan adalah pelaksanaan
Kata-kata”

Saya gariskan perkataan “pelaksanaan kata – kata” dengan mengajukan pertanyaan :

Apakah benar kita setia berbaiah dengan perjuangan dan tidak khayal dengan mantra pujian staf sekeliling atau kroni ?

Sejauhmanakah kita mengamalkan musyuwarah dalam memutuskan isu dasar ?

Apakah terdapat bisikan sehingga yakin dengan  keegoan diri, kehandalan dan populariti peribadi mengatasi jemaah ?

Tidak terjebakkah kita dengan amalan “clientehism” sepertimana yang dilontarkan oleh penulis Francis  Fukuyama dalam karyanya ‘ Political order ‘ menjelaskan sebagai satu penyakit yang menghampiri rasuah, menganugerahkan jabatan atau habuan kepada kelompok kecil dengan mengenepikan kelayakkan dan prestasi ?
Dan persoalan asas – berhasilkah kita dengan tekad mempertahankan idealisme perjuangan serta menghindari ketamakkan dan kebejatan ?

Tanpa kecuali, persoalan tersebut ditujukan kepada semua pimpinan di semua peringkat.

Membina ketahanan diri, membenamkan rasa iri hati dan cemburu, mengelak fitnah senang dibicarakan namun ukuran akhir adalah “Pelaksanaan Kata – Kata!!”

Kesenjangan diantara idealisme dan kenyataan perlu dirapatkan dan dengan sendirinya  terungkai permasalahan kesenjangan pendapatan golongan mahakaya dan yang miskin papa kedana.

Politik negara kian terapung…ibarat hanyut tanpa berhaluan. Keretakan kian ketara. Malangnya..rakyat terhimpit dengan tekanan hidup akibat kebijakkan ekonomi yang tersasul, memelihara kepentingan kelompok mahakaya dan mendera majoriti rakyat miskin…

Justru itu saudara – saudaraku…
Bangunlah dengan yakin dalam saf yang kukuh – “ban yanun massus” seperti dilakar A. SAMAD SAID :

” Berdiri kita setegap
Berdiri kita sederap,
Meragut cengkaman kawat.
….

Inilah tekad generasi baru
Akarnya keadilan syahda.”

Reformasi! Reformasi! Reformasi!

Anwar Ibrahim

8 November 2015

Pendapat

Pendapat Anda?

I am gravely concerned by the news that former prime minister of Malaysia Tun Dr Mahathir Mohamad is the subject of a police investigation for criminal defamation and was questioned by the police on 6 November.
He committed no crime when he asked questions and voiced criticism against the Prime Minister on the 1MDB crisis.
If this is how even Tun Dr Mahathir is treated, the democratic right of ordinary Malaysians to question and criticise the government is in serious jeopardy.
Our constitution and the democratic rights therein guaranteed to our people must not be disregarded or interfered with by government or enforcement agencies.
I have watched with increasing concern the worsening strain of authoritarianism by those in power.
Instead of investigating Tun Dr Mahathir, the PM and the government should answer the important questions that he had raised. These questions are also being asked by ordinary Malaysians throughout the country.
This heavy handed response will only worsen the crisis of confidence in the PM, the government and the institutions involved in trying to silence critics.
I call for an end to this harassment against Dr Mahathir and all others, who have merely done their duty by our country by voicing out against the errors and wrongdoings of the government and its leaders.
Anwar Ibrahim

8 November 2015

Pendapat

Pendapat Anda?

DS Anwar Ibrahim conveyed the following message to the public through his lawyers on 6 November 2015

“The festival of Deepavali is once again being celebrated by Hindus with joy and devotion in Malaysia, and throughout the world.
Deepavali celebrates the eternal
struggle between Right and Wrong, and Good and Evil. No matter what the obstacles and the challenges facing us, Good will always emerge triumphant in the end. Remember this, and do not be dismayed by setbacks or temporary failure.
In the current situation of Malaysia, this message bears great meaning.
Let us strengthen our purpose, and continue the struggle against tyranny with renewed vigour and effort.
This year I cannot be with you to celebrate the festival of lights.
But rest assured, my thoughts, hopes and best wishes will always be with you, the people.
Deepavali Naal Valtugal!”

7 March 2015

Pendapat

Pendapat Anda?

The following information was released by Asian Forum for Human Rights and Development (FORUM-ASIA):

The Asian Forum for Human Rights and Development (FORUM-ASIA) today urged the Malaysian government to ensure that the “Kita Lawan” rally tomorrow (7 March 2015), organised by the opposition and civil society groups to express solidarity with opposition leader and former Deputy Prime MinisterAnwar Ibrahim, will be allowed to proceed peacefully. Anwar was sentenced to five years’ imprisonment on trumped up sodomy charges. The expression of support by the regional human rights group for the rally and the right of Malaysians’ to peaceful assembly came in response to the police’s warning that the rally was deemed “illegal” and that the organisers will be charged under the Peaceful Assembly Act.

“The right to freedom of peaceful assembly is the cornerstone of every democratic society for citizens to express their concerns on public affairs. The Dang Wangi police chief’s threat to charge organisers of tomorrow’s rally plainly demonstrates the police force’s ignorance on the rule of law, especially since the Court of Appeal had in April 2014 declared Article 9 of the Peaceful Assembly Act unconstitutional,” said Evelyn Balais-Serrano, the Executive Director of FORUM-ASIA.

On 10 February 2015, the Malaysian Federal Court upheld the conviction of Anwar Ibrahim on sodomy charges under the Penal Code. The decision of the Federal Court has been heavily criticised by local, regional and international human rights groups as “politically-motivated” and falling below basic international fair trial standards. There has since been a series of arrests and investigations under the Sedition Act and the Penal Code against those who have criticised the court’s decision and the lack of independence and impartiality of the Malaysian judicial system, increasing the already rising number of persecutions targeted against government critics in a wave of crackdown on freedoms of expression and peaceful assembly by the Malaysian government since the last couple of years.

“The Malaysian authorities must respect the right to peaceful assembly as it is guaranteed under Article 10 of the Federal Constitution. The organisers and demonstrators must not be arrested, charged or investigated for merely exercising their Constitutional and internationally-recognised right. We strongly urge the police to allow the rally to proceed peacefully, instead of making threats or taking actions to disrupt it,” stressed Balais-Serrano.

About FORUM-ASIA:

FORUM-ASIA is a Bangkok-based regional human rights group with 47 member organizations in 16 countries across Asia. FORUM-ASIA has offices in Bangkok, Jakarta and Geneva. FORUM-ASIA addresses key areas of human rights violations in the region, including freedoms of expressions, assembly and association, human rights defenders, and democratisation.

For further inquiries, please contact:

John Liu, South and East Asia Programme Manager,[email protected] +66 802828610

12 January 2015

Pendapat

Pendapat Anda?

Assalamualaikum w.b.t & Salam Sejahtera,

Berdasarkan perkara di atas, kami warga PKR akan mengambil tindakan serius terhadap masalah rakyat berkaitan dengan aktiviti merobohkan dan melupuskan gerai di Tasik Biru, Kundang.

Dilampirkan di bawah adalah surat yang telah diedarkan dan didedahkan oleh rakyat melalui media sosial Whatsapp dan Facebook. Semoga kenyataan ini akan membantu permasalahan yang telah berlaku.

Kami akan mengeluarkan surat bantahan kepada pihak yang berkaitan bagi mengekalkan gerai tersebut.

Kami komited dalam menangani masalah rakyat. Terima kasih.

Surat Penutupan Gerai

 

ANWAR IBRAHIM

1 January 2015

Pendapat

Pendapat Anda?

Tahun 2014 melabuhkan tirai dengan penuh hiba dan tragis, dengan bencana banjir besar yang melanda sebahagian besar Pantai Timur Semenanjung khususnya Kelantan. Dengan angka mangsa banjir yang terkesan mencecah ratusan ribu, ia boleh diklasifikasikan sebagai bencana banjir terburuk dalam sejarah. Sekalung takziah bagi yang terkesan atas bencana berkenaan, semoga terus tabah menjalani kehidupan di samping koordinasi bantuan diselaraskan oleh pihak berwajib.

Tahun ini juga kita tinggalkan dengan seribu satu keresahan. Belumpun misteri MH370 dan MH17 dirungkai sepenuhnya, kita dikejutkan dengan insiden kehilangan pesawat QZ8501. Pastinya bukan sesuatu yang mudah untuk dihadapi oleh sekalian ahli keluarga yang menanti khabar berita dan hujung pangkal misteri kehilangan. Keadilan wajar dituntut sehingga ke akhirnya.

Perihal masalah kekurangan air di awal tahun, disusuli masalah jerebu, Malaysia ditimpa pelbagai dugaan. Pastinya ia datang dari Tuhan sebagai satu peringatan, agar kita tidak alpa dan terus leka.

Tidak cukup dengan itu, masalah-masalah perihal kemelut perkauman, kesenjangan ekonomi, kebejatan sosial dan jenayah, kepincangan sistem demokrasi, pendakwaan terpilih serta kelemahan pengurusan tatakelola dan dana awam seakan silih berganti mengisi slot tayangan perdana rakyat.

Senario ini nyata sekali membimbangkan rakyat terbanyak. Kemelut yang sedang melanda pasti memberi dampak yang bukan kecil kesannya. Sementelahan masalah sedia ada masih belum terungkai, kita seakan diasak agar bersedia untuk menghadapi pelbagai rintangan yang bakal mendatang. Ditambah dengan kemurungan ekonomi nasional yang disebabkan oleh ketidaktentuan ekonomi dunia, ini bukan satu senario yang menyenangkan sebagai pembuka tirai.

Tahun baharu kebiasaannya menjanjikan satu cabaran dan menuntut keazaman yang bukan sekadar baharu, tetapi segar dan bertenaga. Pastinya hari – hari yang telah dilalui sebelumnya mencoret pelbagai kenangan, dan pengajaran untuk dijadikan pegangan.

Saya kembali memperingatkan kepentingan kita untuk bermuhasabah diri: memperingat kelemahan lampau dan memperbaiki masa hadapan. Pepatah Arab ini acapkali melintasi pemikiran saya:

Beruntunglah orang yang hari ini lebih baik daripada semalam; rugilah orang yang sama keadaannya hari ini dengan semalam; dan celakalah orang yang hari ini lebih teruk dari semalam.

Tahun 2015 mendambakan kesiap-siagaan total di kalangan segenap lapisan rakyat. Cabaran ekonomi dan sosio-politik nyata sekali merupakan cabaran terbesar yang harus dihadapi bersama.

Di samping kebersediaan rakyat, harapan besar disandarkan kepada pemerintah agar kawalselia sektor ekonomi diperkemaskan supaya tidak membebani rakyat terbanyak. Demikian juga komitmen pemerintah dalam menolak sepenuhnya agenda perkauman sempit serta pendakwaan terpilih yang mampu mendorong kepada ketidakseimbangan sosio-politik dan perpaduan rakyat seluruhnya.

Komitmen KEADILAN dan Pakatan Rakyat jelas dan tuntas: Malaysia harus diurus dalam kerangka humanistik yang menjamin keadilan setiap warganya. Baik sudut politik, ekonomi mahupun social, inilah tekad yang mesti dipegang dan terus ditambah baik dari semasa ke semasa.

Memetik nukilan tersohor penyair Amerika Syarikat TS Eliot dalam puisi ‘Little Gidding’, for last year’s words belong to last year’s language; and next year’s words await another voice. Kita mengharapkan sinar harapan baharu menjelang 2015, meski pelbagai cabaran dijangka menanti di ambang tahun baharu. Pakatan Rakyat khususnya, akan terus memperkemas tekad serta mempertingkat upaya tadbirurus yang telus lagi berintegriti.

Malaysia harus terus dipacu dengan gagah dan bertenaga, berdiri sebagai sebuah Negara merdeka yang adil lagi demokratik berpaksi keluhuran perlembagaan. Negara ini tidak mempunyai ruang untuk ditadbir secara cemerkap, nanar dan tidak berhala tuju jelas.

Justeru, muafakat menjelang tahun baharu harus dipupuk, dengan merai jamak agama dan budaya yang toleran serta harmonis; dengan pengurusan khazanah Negara yang manusiawi lagi seimbang; melalui tatakelola dan pengurusan awam yang berakauntabiliti.

Kita mampu merealisasikan agenda ini, seandainya iltizam politik disemat di seluruh peringkat masyarakat, melangkaui perbedaan ideologi politik yang nyata sekali merugikan sekalian rakyat.

Kepada Tuhan harapan disandarkan, semoga iktikad ini disemai rapi dalam setiap jiwa rakyat Malaysia, yang meyakini keupayaan Negara untuk bebas daripada pasungan kecapikan dan kelelahan.

Selamat Menyambut Tahun Baharu 2015 dari seluruh kepimpinan dan akar umbi KEADILAN buat sekalian rakyat Malaysia.

ANWAR IBRAHIM

20 November 2014

Pendapat

Pendapat Anda?

Press Statement by Gooi Hsiao Leung dated 20th November 2014

1.     I refer to the media report yesterday in which the Attorney General, Abdul Gani Patail gave his reasons for not prosecuting Perkasa President Ibrahim Ali over his threat to burn the Bible.

Abdul Gani Patail’s explanation that they could not find any element of “intent” to charge Ibrahim Ali are mere excuses for not wanting to prosecute him.

3.      The refusal to prosecute Ibrahim Ali is a failure on the part of the Attorney General to uphold his oath of office to enforce the law without fear or favour.

4.     A person should be criminally charged if the facts discloses an offence in law. It is not up to the AG to accept Ibrahim Ali’s explanation that he had no intention to commit an offence. It is for Ibrahim Ali to explain and convince the Court that his intentions or actions were excusable in law.

5.     It is the Court’s duty and not personally up to the AG to decide Ibrahim Ali’s guilt or innocence under the law.

6.     Again, the AG’s reasoning that is not an offence to defend one’s religion is utterly nonsensical in this case. A person’s right to defend his religion does not give him the right to incite one group of religious faith to cause disharmony, disunity, or ill-will against another group of people of different faiths. Such an act is clearly an offence under Chapter XV in respect of offences relating to religion, and in this particular case, under s.298A(1) of the Penal Code.

7.     Since the AG is reluctant or unwilling to take up this case, in the public interest, I call upon him to instead, to give a “fiat” to the Bar Council the authority to prosecute Ibrahim Ali on behalf of the government – The appointment of a private lawyer to prosecute in a criminal matter is nothing new – as the appointment of Datuk Shafee in Anwar Ibrahim’s case has set the precedent.

8.     In this connection, I urge the Bar Council to approach the Attorney General to apply for the fiat to initiate criminal proceedings against Ibrahim Ali as this is a matter of great public importance.

9.     Failure on the AG’s part to positively respond to my call herein to issue a fiat, would confirm the public’s strong suspicions that the AG is not impartial, and is enforcing the law selectively. Just as a person who incites others to burn the Quran would clearly be a punishable criminal offence, equally Ibrahim Ali must be brought to court to face the full brunt of the law for inciting others to burn the Bible.

GOOI HSIAO LEUNG
Member of Parliament for Alor Setar
Head of Office International Affairs, Parti Keadilan Rakyat

6 October 2014

Pendapat

Pendapat Anda?

Dimaklumkan bahawa satu program sesi perkongsian ilmu Datobersama-sama tokoh Gerakan Islam akan diadakan pada ketetapan seperti berikut:

Tarikh:          13 Oktober 2014 (Isnin)
Masa:           7:00 mlm – 9:30 mlm
Tempat:        Kediaman Dato’ Seri Anwar Ibrahim
No.11, Jalan 3/61,
Bukit Segambut Dalam,
51200 Kuala Lumpur

Jemputan khas bagi program ini ialah Maulana Ihsan Hendrick serta Dr. Sheikh Tareq Mohammed Al-Suwaidan.

Maulana Ihsaan Hendrick yang merupakan Presiden Muslim Judicial Council adalah tokoh gerakan Islam tersohor Afrika Selatan. Beliau turut menyandang jawatan Pengarah Yayasan Al-Quds Afrika Selatan merangkap Ketua Pasukan Konvoi Kemanusiaan Afrika Selatan ke Gaza, Palestin.

Manakala Dr. Tareq Mohammed Al Suwaidan merupakan tokoh terkemuka Kuwait yang juga memimpin Ikhwanul Muslimin Kuwait. Turut menjawat jawatan CEO Gulf Innovation Groups dan Pengerusi AWARE (Advocates for Western-Arab Relations & Exchange Majlis), beliau merupakan jurubicara terkenal di Kuwait dan peringkat antarabangsa khususnya dalam bidang pengurusan dan perancangan strategik. Dr Tareq juga adalah penulis terkenal yang telah menulis lebih daripada 30 buah buku.

Majlis akan dimulai dengan sesi solat maghrib berjemaah dan kemudiannya disusuli oleh ucapan alu-aluan oleh Dato’ Seri Anwar Ibrahim, disusuli dengan sesi perkongsian ilmu oleh Maulana Ihsaan Hendrick dan Dr. Tareq Mohammed Al-Suwaidan.

Sehubungan dengan itu, saudara/i yang berkelapangan adalah dialu-alukan untuk hadir memeriahkan majlis. Semoga sekalian yang hadir memperoleh manfaat dari program ini.

Sekian, salam takzim dan hormat.

PEJABAT DATO’ SERI ANWAR IBRAHIM

12 July 2014

Pendapat

Pendapat Anda?

Further to our earlier denunciations of the atrocities; we reiterate our condemnation of the latest massacre of more than 100 Palestinians including women and children in the Gaza by the Israeli regime of Netanyahu and call on the international community to collectively put pressure to stop the atrocities.

It is clear that the Israeli regime is exploiting the killing of the three Israeli youths as a pretext to attack Gaza and start a chain of violence and bloodshed so as to destabilize the unity government between Hamas and Fatah.

In his desperate attempts at destroying the prospect of a united Palestinian state in the near future, Netanyahu is prepared to drag the Israeli people to the brink of outright war.

No doubt, he is committing these acts of violence with impunity, emboldened by the fact that neither the United States nor the European Union will condemn these crimes, let alone intervene to stop them.

In this regard, the Western powers have once again displayed hypocrisy in their muted response to the atrocities. This is a disgraceful abdication of moral responsibility and exposes their double standards to the cause of democracy, freedom and justice.

Even more tragic is the fact that Muslim countries, except possibly Turkey and Iran, appear to be powerless in the face of these unmitigated acts of violence and cruelty while so-called jihadists are keener on killing fellow Muslims and proclaiming a caliphate than helping their downtrodden Palestinian kin.

Meanwhile, the Western media continue to report the latest rounds of violence in its usual skewered manner by its constant reference to Hamas firing of missiles into Israel so as to justify Israel’s utterly disproportionate retaliation.

The media and Western leaders continue to downplay if not entirely ignore the fundamental issue of the illegal occupation of the West Bank and the Gaza Strip and Israel’s blatant disregard of UN Resolution 242 in their barefaced drive for territorial aggrandisement.

Indeed, the current round of murdering and wounding of hundreds of innocent Palestinians is but yet another episode of the continuing saga of brutality, ruthlessness, inhumanity, and injustice committed against them by the Israelis.

Anwar Ibrahim
Member of Parliament,
Parliamentary Opposition Leader
Malaysia

9 May 2014

Pendapat

Pendapat Anda?

The Asian Renaissance Course Part 3

Center for Reform Democracy & Social Initiatives

71, Jalan Puteri 2/3, Bandar Puteri Puchong,

47100 Puchong, Selangor, Malaysia

(GPS : 3.021796, 101.618208)

Saturday, 10th  May 2014, 2.00pm to 5.00pm.

Registration start at 1.30pm.

All invited.

26 April 2014

Pendapat

Pendapat Anda?

Tarikh     : Selasa 29hb April, 2014

Masa        : 8.30malam

Tempat    : Padang MPAJ.

Semua dijemput hadir.

26 April 2014

Pendapat

Pendapat Anda?

Ceramah Perdana Pakatan Rakyat – Melaka

Tarikh   : Sabtu 26 April 2014

Masa      : 8.30malam

Tempat  : Jalan Tun Kudu  Bukit Katil, Melaka (Berhadapan Dewan Tun Ali).

Semua dijemput hadir.

Switch to our mobile site