Lika liku Karir Politik Anwar Ibrahim

Lika liku Karir Politik Anwar Ibrahim

Lika liku perjalanan karir politik Anwar Ibrahim di akhir abad 20 memang sangat menarik untuk diikuti. Dimulai dengan memimpin organisasi keagamaan pemuda di Malaysia, mendapat penghargaan menjadi Anggota Kelompok Penasehat Muda PBB, sampai dengan menduduki kursi kepemimpinan dari berbagai kementerian di Malaysia. Berawal pada tahun 1983, Anwar Ibrahim diangkat untuk menduduki kursi kepemimpinan di Kementerian Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga oleh Mahathir Mohammad, meskipun selang satu tahun setelahnya, ia dipindah jabatan menjadi pemimpin di kementerian Pertanian. Beberapa tahun kemudian, Anwar Ibrahim dialihkan lagi untuk menduduki kursi Menteri Pendidikan. Jabatan tersebut akhirnya membawanya sebagai Wakil Perdana Menteri Malaysia, mengalahkan Ghafar Baba, kandidat kuat yang diperkirakan akan mendamping Mahathir Mohammad di kursi Perdana Menteri.

Kehidupan karir politik Anwar Ibrahim makin menemukan titik terang. Pada tahun 1997, ketika ia masih menduduki jabatan Wakil Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohammad memutuskan untuk mengambil cuti selama dua bulan. Secara hukum, tentunya Anwar ditunjuk sebagai Perdana Menteri untuk menggantikan tugas Mahathir selama cuti. Namun pada saat itu, Anwar Ibrahim mengambil langkah radikal untuk mengubah mekanisme pemerintahan yang selama ini dilakukan oleh Mahathir Mohammad.

Sejak 10 tahun sebelumnya, sebenarnya Anwar memiliki pemikiran politik yang bertolak belakang dengan Mahathir. Bersamaan dengan itu, Malaysia mengalami krisis moneter. Menggunakan jabatannya sebagai Menteri Keuangan, Anwar Ibrahim mendukung gerakan Dana Moneter Internasional (IMF) dengan melakukan pemangkasan pengeluaran Negara sebesar 18%, memotong jatah gaji menteri dan juga menunda proyek-proyek besar. Penundaan ini semakin meningkatkan perselisihan antara Anwar dengan Mahathir Mohammad. Proyek-proyek besar yang ditunda oleh Anwar tersebut melingkupi proyek yang dijadikan proyek pembangunan unggulan dari Mahathir Mohammad.

Di Tahun yang sama pula, dalam sidang umum UMNO, sebuah buku berjudul “50 Dalil Kenapa Anwar Ibrahim Tidak Boleh Jadi Perdana Menteri” juga beredar. Hal ini dikarenakan Anwar sering kali secara terang-terangan mengkritisi nepotisme dalam UMNO. Buku ini berisi tuduhan bahwa dia sering bermain judi online di agen bola, kasus praktik homoseksual, dan korupsi yang dilakukan oleh Anwar Ibrahim. Penyerangan ini berhasil ditangkis oleh Anwar dengan menggugat sang penulis ke pihak hukum dengan pasal pencemaran nama baik. Meskipun demikian, pihak kepolisian juga melakukan investigasi atas kebenaran yang tertulis di dalam buku tersebut.

Perjalanan karir politik Anwar Ibrahim tidak lantas berjalan mulus. Pada September 1998, Anwar ditangkap pihak kepolisian atas tuduhan korupsi dan atas tindakannya menghalangi penyelidikan kasus sodomi. Setelah dilakukan persidangan pada tahun 1999, Anwar dinyatakan bersalah dan harus menghirup udara dari balik penjara selama sembilan tahun. Dua bulan kemudian, Anwar menjalani persidangan kedua yang membuatnya terbukti melakukan sodomi dan harus menambah masa tahanannya selama Sembilan tahun.

Kisah Singkat Kehidupan Politik Anwar Ibrahim
Arsip Berita Blog

Kisah Singkat Kehidupan Politik Anwar Ibrahim

Anwar Ibrahim, sosok yang lahir pada 10 Agustus 1947 atau tepatnya berumur 71 tahun pada saat ini yang mana masih menjabat sebagai wakil perdana menteri Malaysia ke-7 yang mulai di resmikan pada November tahun 2018. Sebelumnya beliau juga sudah tergabung dalam salah satu anggota parlemen Malaysia, tepatnya di dapil Permantang Pauh. Beliau sudah lama dikenal sebagai Pejuang dan pembela hak orang-orang Melayu dan Islam di Malaysia saat terjadi Peristiwa 13 Mei 1969, bekerja sama dengan Mahatir Muhammad yang notabene berumur jauh lebih tua darinya, yaitu 21 tahun lebih tua. Berikut adalah beberapa bentuk kegiatan politik yang pernah dilakukan oleh AnwarIbrahimblog.com.

Pertama, pada tahun 1971 dimulai dari masa beliau masih menyelesaikan pendidikan sastranya di University Malaya. Kala itu, ia menjadi pemimpin organisasi Mahasiswa yang turut serta dalam memperjuangkan keadilan rakyat Malaysia. Selain itu, ia juga membentuk sebuah organisasi dengan nama Angkatan Belia Islam Malaysia dan ia menempati jabatan sebagai presiden sampai tahun 1982. Tidak hanya itu, karena ia juga tergabung dalam berbagai organisasi pemerintahan lainnya. Pada saat yang bersamaan, sekitar tahun 1970an terjadi krisis ekonomi besar-besaran di Malaysia ditandai dengan turunnya harga karet sebagaimana menjadi perekonomian utama rakyat Malaysia di masa itu. Sehingga Anwar Ibrahim mengerahkan serta memimpin aksi demonstrasi anti kemiskinan di kawasan Baling, hal ini lah yang menyebabkan ia menjadi tahanan ISA selama kurang lebih dua tahun.

Tidak hanya tergabung dalam aktivitas politik partai UMNO, ia juga berhasil membentuk ABIM dengan anggota terbanyak kedua setelah UMNO yang mencapai sekitar 50000 orang. Berkat jiwa pemimpin, rela berkorban demi bangsa dan cendekiawannya maka Anwar Ibrahim sempat mendapatkan sebuah penghargaan Medali Ulama Eqbaal Seratus Tahun tingkat internasional dari Presiden Pakistan 1970 Zia Ul-Haq. Selain itu, ia juga diberi kepercayaan untuk tergabung dalam kelompok muda penasehat umum PBB pada tahun 1973. Beberapa hal diatas merupakan sedikit kisah singkat perjalanan politik Anwar Ibrahim mulai dari saat kuliah sampai berhasil meraih sebuah penghargaan dan jabatan.