Archive for the 'Belasungkawa' Category

07
Jul

Condolences Over Desmond Fernando’s Demise

I am deeply saddened by the untimely death of my friend colleague in the fight for liberal democratic causes,Mr.Desmond Fernando.

I shall always remember him for his steadfast support of constitutional government and liberal causes,best exemplified by his leadership of the Dudley Senanayake Foundation and as President of the Council for Liberal Democracy.

The Legal fraternity of Sri Lanka has lost an advocate of undimmed luster,constitutional government an exponent of compelling eloquence,and i a friend of enduring memory.

My solicitude to the bereaved in their time of loss.

Anwar Ibrahim
Opposition Leader
Parliament Malaysia

23
May

Al Fatihah Buat Ibu Hasri Ainun Habibie

Saya mendoakan moga Allah SWT melimpahkan rahmat ke atas ruh Ibu Hasri Ainun. Almarhumah menutup usia di Rumah Sakit Ludwig-Maximilians, Munich, Jerman. Moga ditempatkan almarhumah di kalangan mereka yang solehah.

Masih terkenang tatkala saya menerima rawatan di Kelinik Alpha, Munich, Ibu Hasri Ainun bersama Kanda Habibie sempat meluangkan masa menziarahi.
Sebelum itupun melalui rangka ICMI dan kerjasama serumpun, Ainun muncul selaku pendukung utama bersama Azizah.

Mereka ternyata sahabat ketika susah mahupun senang. Kepada Kanda Habibie, Ilham Akbar dan Thareq Kemal tetapkan bersabar menerima ujian ini.

Al Fatihah

ANWAR IBRAHIM

12
May

Skuffet Over Obamas Innsats For Menneskerettighetene

From Aftenposten

Menneskerettighetene er blitt satt i skyggen av økonomiske spørsmål, sier den malaysiske opposisjonslederen Anwar Ibrahim.


Denne uken er han og flere titall andre profilerte menneskerettighetsforkjempere samlet i Oslo for å dele sine erfaringer.

Anwar, som er blitt dømt og fengslet for både korrupsjon og sodomi i hjemlandet, hentet mye inspirasjon fra andre menneskerettighetsforkjempere da han var med på åpningen av Oslo Freedom Forum i den norske hovedstaden tirsdag. Men selv om han er løslatt og nå sitter i den malaysiske nasjonalforsamlingen, mener han at det er blitt vanskeligere å få hjelp fra Vesten enn tidligere.

– Økonomisk gevinst ser ut til å ha blitt viktigere enn å kjempe for menneskerettighetene. Jeg får mye støtte fra organisasjoner og media, men ikke så mye fra ledende politikere, sier han til Aftenposten. Continue reading ‘Skuffet Over Obamas Innsats For Menneskerettighetene’

25
Mar

Takziah Buat Keluarga Datuk Dr Zainal Abidin Ahmad

Saya menerima khabar sedih kembalinya Datuk Dr Zainal Abidin Ahmad; Ahli Parlimen Hulu Selangor ke sisi Allah SWT hari ini. Pemergian beliau, seorang sahabat dan rakan seperjuangan, pastinya amat dirasai. Persahabatan kami bermula tatkala di Universiti Malaya lagi.

Kami bersama-sama bergiat dalam PBMUM memperjuangkan kedudukan Bahasa Melayu sebagai bahasa kebangsaan. Allahyarham merupakan sosok sederhana dan murah dengan senyuman. Namun ketegasan menentang kezaliman membuatkan beliau memilih wadah Keadilan. Ketika Allahyarham diberitakan sakit, saya dan Azizah berkesempatan mengunjungi beliau dan berharap agar cepat sembuh untuk terus berkhidmat kepada rakyat.

Saya dan Azizah merakamkan ucapan takziah buat keluarga beliau dan tetaplah bersabar menerima ujian Allah SWT. Marilah kita memanjatkan doa moga ruh beliau ditempatkan di kalangan mereka yang soleh. Al Fatihah.

ANWAR IBRAHIM

01
Sep

Tribute to Senator Edward Kennedy

Tribute to Senator Edward Kennedy
September 1, 2009

The notion of civic duty in a democratic polity must have taken its promptings from Pericles who held that the man who claims that politics is not his business in reality has no business.

The life of Senator Edward Kennedy embodied the truth of this Periclean notion. Three deaths in his family, suffered in the course of public duty, would have been sufficient inhibition to take a pass on destiny’s call to serve.

Instead Edward Kennedy derived strength from Hemingway’s view that life breaks everybody but afterwards, “many are strong at the broken places”. Edward Kennedy mined strength from the broken places, and despite human failings, proved resilient in answering the call of public service.

His record in the upper legislature of national politics in the United States was powerful testimony that the presidency of the nation was not the only vehicle for influencing the course of national history.

While Senator Kennedy will be remembered most for his decades long fight for social justice issues in the United States, Malaysians will not forget his equally fierce defense of marginalized and oppressed peoples around the world.

His opposition to the Vietnam War after witnessing, among other things the cruelty heaped upon civilian populations was admirable as was his opposition to the war in Iraq and ardent calls for the withdrawal of American troops.

I was personally touched by his vocal advocacy of the anti-apartheid movement in South Africa and castigation of those who hid behind the veil of constructive engagement to justify their continued involvement with an unjust regime.

Not only America but the world has lost a statesman of exceptional valour and commitment to the cause of peace and freedom. Senator Edward M. Kennedy was undoubtedly a great democrat, a true servant dedicated valiantly to the values of fairness and justice, and one of the most ardent advocates of human rights and democracy.

ANWAR IBRAHIM
Malaysian Opposition Leader

13
Aug

Rendra, Abadi

W.S Rendra dan Datuk Seri Anwar Ibrahim di dalam majlis Mengenang Kebangkitan Nasional Budi Utomo di Kota Batu, provinsi Malang tahun lalu.

W.S Rendra dan Datuk Seri Anwar Ibrahim di dalam majlis Mengenang Kebangkitan Nasional Budi Utomo di Kota Batu, provinsi Malang tahun lalu.

Oleh Hasmi Hashim

Aku merindukan mata bayi
Setelah aku dikhianati mata durjana
Aku merindukan matahari
Karena aku dikerumuni mata gelap
.

Puisi dilafazkan. Saya selalu percaya seseorang penyair tidak muncul di pentas hanya karena kata-kata ‘indah’, lagi rapi. Justeru pentas memang bukan seluruhnya tempat untuk sebuah aksi ‘lakon’ semata-mata. Ia, mula-mulanya terpanggil. Kemudian, memanggil…

Kali pertama, saya menyaksikan WS Rendra mendeklamasi puisi, 8 tahun lalu. Di sebuah acara, di Petaling Jaya.

Rendra, dengan sosok yang tinggi, tua, namun tampan, menyingkap dan menggerbangkan rambutnya yang menghela lewat bahu. Semua orang terkaku. Masing-masing seperti menunggu ‘sabda’ dari lidah sang penyair. Lebih-lebih lagi saya yang masih rebung… umur belum cecah 25, tahun itu. Sebuah acara yang jarang-jarang berlangsung, pun berlangsung—meski saya sendiri sering turut serta dalam sekian banyak acara baca puisi. Namun sekali itu, lain.

Continue reading ‘Rendra, Abadi’

12
Aug

Rendra, (1935-….)

Dari Tempointeraktif
oleh Goenawan Mohammad

Senin, 10 Agustus 2009

SAYA tak bisa mengerti bagaimana Rendra ”pergi selama-lamanya”, kecuali bahwa jasad itu dimakamkan, 7 Agustus 2009, dalam umur hampir 74. Rendra tak pernah mati: ia telah memberi kita puisi.

Lalu terdengarlah suara

di balik semak itu

sedang bulan merah mabuk

dan angin dari selatan.

Sajak seperti ini ditulis sekitar setengah abad yang lalu. Tapi deskripsinya yang bersahaja dan terang tetap menyembunyikan sesuatu yang seakan-akan baru terungkap secara mendadak buat pertama kalinya hari ini. Rendra menghadirkan yang tak terhingga. ”Tujuh pasang mata peri/terpejam di pohonan”. Imaji seperti itu terus-menerus tak bisa dibekukan oleh tafsir.

Puisi tentu saja bisa beku, juga puisi Rendra. Ini terjadi ketika apa yang tumbuh dan hidup dari dalamnya—yaitu yang fantastis, yang ganjil, yang misterius—ditiadakan. Ini yang terjadi ketika puisi diambil alih perannya oleh ajaran, dengan niat bisa berguna secara efektif. Dan zaman bisa membutuhkan itu: karena keadaan, kita dengan brutal menuntut puisi untuk mati suri.

Continue reading ‘Rendra, (1935-….)’

07
Aug

Menangisi Pemergian WS Rendra

Paman Doblang! Paman Doblang!
Mereka masukkan kamu ke dalam sel yang gelap.
Tanpa lampu. Tanpa lubang cahaya. Pengap.
Ada hawa. Tak ada angkasa.
Terkucil. Temanmu beratus-ratus nyamuk semata.
Terkunci. Tak tahu di mana berada.

Paman Doblang! Paman Doblang!
Apa katamu?

Ketika haus aku minum dari kaleng karatan.
Sambil bersila aku mengharungi waktu
lepas dari jam, hari dan bulan
Aku dipeluk oleh wibawa tidak berbentuk
tidak berupa, tidak bernama.
Aku istirah di sini.
Tenaga ghaib memupuk jiwaku.

Paman Doblang! Paman Doblang!
Di setiap jalan mengadang mastodon dan serigala.
Kamu terkurung dalam lingkaran.
Para pengeran meludahi kamu dari kereta kencana.
Kaki kamu dirantai ke batang karang.
Kamu dikutuk dan disalahkan.
Tanpa pengadilan.

Paman Doblang! Paman Doblang!
Bubur di piring timah
didorong dengan kaki ke depanmu
Paman Doblang, apa katamu?

Kesedaran adalah matahari.
Kesabaran adalah bumi.
Keberanian menjadi cakerawala.
Dan perjuangan
adalah perlaksanaan kata-kata.

-WS Rendra, 22 April 1984

 

Anwar Ibrahim bersama dengan Allahyarham WS Rendra

Anwar Ibrahim bersama dengan Allahyarham WS Rendra

Dukacita saya diberitakan bahawa Si Burung Merak, yang senantiasa megah mengibarkan sayap sudah pun menutup usianya.

Tatkala menerima berita pemergian sahabat lama — Wahyu Sulaiman Rendra — yang lebih dikenali sebagai WS Rendra, saya masih di Afrika Selatan.

Dua minggu lalu, sewaktu mengunjungi beliau di Jakarta, saya cuba mendorong Allahyarham agar cekal sambil menghimbau kenangan Kereta Kencana. 

Saya hiba dan terharu tatkala mengenang betapa beliau senantiasa menzahirkan sokongan kepada saya dan keluarga sewaktu saya dipenjarakan. Dan puisi Rajawali nukilan beliau jadi pembakar semangat sepanjang saya menjadi tapol di Sungai Buloh.

Allahyarham Rendra membuktikan bahawa kata-kata bukan saja mampu merempuh benteng kekuasaan, bahkan jua, kesaktian ampuh menerobos hati manusia buat menguak pintu kesadaran.

Saya dan Azizah berdoa moga ruh Allahyarham Rendra diberkati Allah SWT dan ditempatkan bersama mereka yang soleh. Buat Ken Zuraida dan keluarga, didoakan moga tetap cekal bersabar dan kuat semangat.

Al-Fatihah…

ANWAR IBRAHIM

01
Aug

Al Fatihah Buat Ustaz Hamdan

Saya menerima perkhabaran mengejutkan pagi ini mengenai pemergian sahabat lama semenjak dari tahun 70an lagi, ADUN PAS Permatang Pasir, Datuk Hj Mohd Hamdan Abdul Rahman ke rahmatuLlah. Dimaklumkan Allahyarham menghembuskan nafas terakhir pada jam 6.30 pagi. Azizah sempat ke IJN menziarahi jenazah dan saya kini dalam perjalanan ke Permatang Pasir.

Kami sedia maklum akan keuzuran Allahyarham sebelum ini, pun begitu Allahyarham begitu komited dan istiqamah dalam menjalankan tanggungjawab sebagai ADUN. Memenangi kerusi DUN Permatang Pasir sebermula tahun 1999 tatkala arus reformasi bermula, Allahyarham terus mengekalkan kerusi tersebut dalam PRU 2004 dan PRU 2008. Biarpun dihenyak oleh Umno-BN dengan pelbagai dakyah, Allahyarham terus menjalankan amanah dengan begitu baik dan terus menerima sokongan rakyat setempat tanpa henti. Menjadi tunjang kepada Barisan Alternatif dan Pakatan Rakyat khususnya muafakat PAS-KEADILAN di Pulau Pinang, Allahyarham sangat dikenali dengan sikapnya yang ramah dan menyenangkan pengundi.

Saya, Azizah dan seluruh warga KEADILAN merakamkan ucapan takziah buat keluarga Allahyarham dan mendoakan agar roh Allahyarham dicucuri rahmat dan ditempatkan di kalangan para shalehin.
Al fatihah.

ANWAR IBRAHIM

20
Jul

Malaysian commission’s probe tactics bared:Victims talk of ‘mental, physical’ pressure

From INQUIRER.NET (News for Philipines)

null

KUALA LUMPUR – Victims of torture by a government commission revealed the “mental and physical” pressure that they underwent following the death of an opposition member last week allegedly in the hands of the same group.

Tan Boon Hwa was forced to stand for four hours by the Malaysian Anti-Corruption Commission that threatened to assault him repeatedly, according to Malaysian opposition members, which appeared in a report by Din Mericin, a Malaysian-based independent news correspondent.

“They kept calling me stupid China man. They said that if I don’t ‘tell the truth’, they will take away my wife and there would be no one to care for the children. But I did not give in,” Tan said.

Ramon Navaratham, an adviser to the MACC, grudgingly admitted that “no normal person can withstand the mental and physical pressure” of the MACC interrogation tactics and called for a review of the agency procedures. “Teoh’s death is tragic and unnecessary,” he said. Continue reading ‘Malaysian commission’s probe tactics bared:Victims talk of ‘mental, physical’ pressure’

18
Jul

Pasukan Pendakwaan Merayu, Enggan Serah Dokumen Bukti

Ucapan Takziah Atas Pemergian Almarhum Ustaz Awang Pon

Saya menerima berita sedih pulangnya Ustaz Awang Pon, sahabat dan seorang pejuang ka rahmatullah. Almarhum Ustaz Awang merupakan bekas Yang Dipertua Majlis Agama Negeri Sarawak, pernah memimpin ABIM Sarawak dan juga merupakan pengasas KeADILan Sarawak.

Saya terharu dengan semangat hebat beliau sebagai seorang pendakwah dan pendidik yang gigih.

Saya, Azizah dan seluruh warga KeADILan merakamkan ucapan takziah buat ahli keluarga dan kaum kerabat Almarhum. Didoakan roh Almarhum ditempatkan di kalangan para solihin, inshaallah.

Al-Fatihah.

Pasukan Pendakwaan Merayu, Enggan Serah Dokumen Bukti

Siang tadi, pasukan pendakwaan merayu di Mahkamah Rayuan supaya dibatalkan perintah Mahkamah Tinggi semalam yang memerintahkan agar dibekalkan segala dokumen berkaitan dan rakaman CCTV kepada barisan pembelaan.

Hebahnya konon mereka yakin dengan fakta. Mengapa enggan serahkan dokumen? Apa yang mahu disembunyikan?

Sekarang manakala kes pembelaan kukuh, pendakwa melengahkan lagi. Dulu mereka lengahkan kerana enggan menyerahkan dokumen. Bila kita membuat rayuan dan kita pula dikatakan melengahkan perbicaraan.

Sekarang pendakwa merayu, kerana takut dokumen diteliti. Maka mereka sekali lagi menyebabkan kes tertangguh.

ANWAR IBRAHIM

08
Jul

Sahmad Malaya Kembali Ke Rahmatullah

Saya menerima berita sedih pemergian sahabat lama sdr Syed Ahmad yang terkenal dgn nama penanya Sahmad Malaya. Anak Allahyarham mengirim teks pesanan ringkas dari hospital Temerloh pagi tadi. Dato’ Fauzi Abdul Rahman, Pengerusi Perhubungan Keadilan Pahang sempat meluangkan masa menziarahi jenazah bagi pihak pimpinan.

Saya mengenali Syed Ahmad semasa saya masih mahasiswa menjalankan kempen kesedaran di Chenor, Sungai  Lembing dan Beserah. Beliau merupakan tokoh muda Pahang dan aktivis Parti Rakyat. Kami berhujah dan berbalah panjang isu ideologi, perjuangan Melayu dan politik. Kami sering bertemu kemudiannya dalam majlis belia – saya di Abim dan Majlis Belia Malaysia dan beliau di MAYC. Dan sepanjang musim derita saya di Sungai Buloh, beliau bangkit sebagai sahabat setia. Didoakan semoga ruh beliau dicucuri rahmat. Takziah dan salam saya ucapkan buat keluarga Allahyarham.

ANWAR IBRAHIM




GorisMustaqim: Dulu datuk kt undang ke itb, april kmrn ke Grt jg "@BenyYusron: wah, Pak Anwar kenal Goris juga? :) @anwaribrahim @GorisMustaqim @imanusman"
27 seconds ago
GorisMustaqim: Salam takzim datuk, asgar = asal garut @anwaribrahim: Asgar:kenang asli garot @GorisMustaqim: @imanusman: mau kecipratan batiknya kang.#fb
2 minutes ago
fish_curry: RT @tengkusani: Ini pun PKR nak tipu rakyat? Misleading fact! Fitnah PKR RT @tianchua: 2 Sept04 @anwaribrahim bebas setelah 7thn dipe ... http://tmi.me/YwvQ
37 minutes ago
fery_wk: Subhanalloh Pak @anwaribrahim tahu Asgar (asli Garut), salam takzim Dato :-) RT @anwaribrahim: Asgar:kenang asli garo ... http://tmi.me/Yz1L
42 minutes ago
isnaeni13: Garut, bukan Garot pakcik. RT @anwaribrahim: Asgar:kenang asli garot @GorisMustaqim: Insya.. nanti dicipratin pas... http://mtw.tl/lx2uur
45 minutes ago

Galeri Flickr

IMG_3509 IMG_3620 IMG_3549 IMG_3624 IMG_3552 1 (1) 6 (3) 6 (2) 

Pamerkan Di Website Anda

Other Banners

 

September 2010
M T W T F S S
« Aug    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930