Archive for the 'Asia Tenggara' Category

09
Sep

Bersama sahabat-sahabat di Indonesia

Bersama Sahabat-sahabat di Indonesia

Seusai majelis berbuka puasa bersama teman-teman Indonesia di Jakarta tempoh hari, sahabat saya tokoh sastera Indonesia, Taufik Ismail menghadiahi saya empat jilid karyanya yang berjudul Mengakar Ke Bumi Menggapai Ke Langit, karya yang menandai sudah 55 tahun beliau berjuang di arena kesusasteraan Indonesia.

Saya kira sangat baik sekali usaha seumpama karya ini yang menghimpunkan koleksi puisi lengkap beliau yang ditulis sejak 1953 hingga 2008, juga berupa himpunan tulisan kolum dan artikel sejak 1960 hingga 2008 dan himpunan lirik lagu dari tahun 1972 hingga ke tahun 2008.

ANWAR IBRAHIM

07
Sep

Anwar Ibrahim “Gulingkan” Badawi Tanggal 16 September

(Laporan wartawan Kompas.com, Inggried Dwi Wedhaswary | 6 September 2008)

JAKARTA, SABTU — Pemimpin oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim, tetap pada target awalnya untuk menggulingkan pemerintahan Perdana Menteri Malaysia Abdullah Ahmad Badawi. Anwar menetapkan batas 16 September sebagai batas akhir baginya untuk “mengistirahatkan” Badawi.

“Saya tetap pada target saya, 16 September menjadi waktu untuk mengistirahatkan Badawi. Untuk itu, saya rileks sebentar sehari lompat ke Jakarta, berdiskusi dan bertemu dengan sahabat-sahabat saya di Indonesia,” kata Anwar mengawali pidatonya dalam silaturahmi dengan ICMI di Menara Bank Mega, Jakarta, Sabtu (6/9). Continue reading ‘Anwar Ibrahim “Gulingkan” Badawi Tanggal 16 September’

07
Sep

Kalau Jadi PM, Anwar Janji Tarik Hukum Cambuk bagi TKI

(Laporan wartawan Kompas.com Inggried Dwi Wedhaswary | 6 September 2008)

JAKARTA, SABTU — Pemimpin oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim, berjanji akan menarik UU yang menerapkan hukuman cambuk bagi TKI ilegal jika ia berhasil menggulingkan pemerintahan Abdullah Ahmad Badawi. Anwar menetapkan batas waktu 16 September untuk bisa merebut kursi perdana menteri.

Sebab, menurutnya, hukuman cambuk tidak manusiawi dan melanggar perikemanusiaan. Isu TKI, menurut Anwar, merupakan isu mendesak untuk disikapi. Hal itu dikatakan Anwar dalam jumpa pers seusai silaturahmi dengan ICMI di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Sabtu (6/9). “TKI itu isu yang mendesak. UU hukuman cambuk akan kita tarik, kita hapuskan karena bagi saya itu tidak berperikemanusiaan,” kata Anwar. Continue reading ‘Kalau Jadi PM, Anwar Janji Tarik Hukum Cambuk bagi TKI’

06
Sep

Silaturrahim Bersama Teman-teman ICMI

Di dalam memenuhi kepadatan jadual yang disusun bersempena bulan Ramadhan al Mubarak dan Hari Malaysia 16hb September di tanah air, saya berkesempatan bersilaturahim dengan sahabat-sahabat dari Indonesia. Majlis yang dianjurkan oleh Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia itu diadakan di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan.

Hadir sama ke majlis ini adalah sahabat-sahabat saya seperti Muslimin Nasution, Marwah Daud Ibrahim (Presiden ICMI seIndonesia), Fahmi Idris (Menteri Industri yang mewakili Dewan Penasihat ICMI), AM Fatwa, dan Adi Sasono (Wakil Ketua Dewan Pakar ICMI). Kami juga bertukar-tukar pandangan mengenai peranan demokrasi, pemimpin negara, dan etika politik di negara masing-masing. Sudah tentu prospek perubahan 16 September di sentuh!

Ternyata banyak sekali dapatan-dapatan baru yang saya peroleh setiap kali saya ke Indonesia. Mungkin ahli parlimen BN perlu ke sini terlebih dahulu sebelum menimba sesuatu di Australia?

ANWAR IBRAHIM

13
Aug

Gus Dur visits Anwar for 61st birthday

Malaysiakini.com

Terence Netto | Aug 12, 08 11:27am

Friendships can develop from several roots: when they serve mutual needs, when dependencies overlap and when shared experiences are intense.

MCPX

But there is another type that can develop between intelligent people who are otherwise strangers to each other: when they share a common store of knowledge, a community of information, with a known set of rules and attached meanings.

Deeper, yet, is the friendship that does not require the respondents see each other often for they don’t feel that the interstices entail a loss. Suffice they hear or read something the other says, and straight away an immediacy of presence is felt, palpable through the realm of spiritual mediation.
Continue reading ‘Gus Dur visits Anwar for 61st birthday’

17
Jul

Erap feels for friend Anwar

ABS-CBN Manila - Former president Joseph Estrada has expressed sympathies over the arrest Wednesday of his friend, former Malaysian deputy prime minister Anwar Ibrahim, on sodomy charges.

“Like Anwar, former President Estrada was put in prison for charges that were unjustified and untrue in order to execute a power grab in 2001,” Estrada spokeswoman Margaux Salcedo said.

Salcedo said that according to Estrada, Anwar’s arrest was “politically-motivated” in light of the former Malaysian minister’s announcement of a political comeback this September.

Continue reading ‘Erap feels for friend Anwar’

06
Jul

Making a martyr of Anwar Ibrahim

anwar.jpg

Manila Times - “Political murder!” cried Azizah Ismail, wife of Datuk Seri Anwar Ibrahim, accusing the ruling United Malay National Organization (UMNO).

Once more, Datuk Anwar, former Deputy Prime Minister of Malaysia, is at the center of controversy in Malaysia. In the process of consolidating his power base to challenge the ruling party, UMNO, Datuk Anwar was recently accused of sodomy by his 23-year-old aide, Saiful Bukhari Azlan. To spice up the already intriguing scenario, Azlan is known to have close ties with current Deputy Prime Minister Najib Razak.

Hmmm. Déjà vu. More than a decade ago, a similar charge landed the former deputy PM in jail for six years. The conviction was overturned by the Malaysian Supreme Court in 2004, allowing Datuk Anwar to leave the country for fellowships in London and Washington DC.

Continue reading ‘Making a martyr of Anwar Ibrahim’

17
Jun

Anwar Ibrahim: Who is he to us?

By Charles R. Avila
(abridged by Din Merican)

When I was first met him in 1974 in Kuala Lumpur, Anwar Ibrahim was already a famous young man, having formed Angkatan Belia Islam Malaysia (ABIM). I was then based in Bangkok, Thailand and we were forming what was to be known as Asian Cultural Forum on Development (ACFOD). The aim was to conduct and institutionalize the inter-faith conversation and cooperation on the values of religion, revolution and development.

Continue reading ‘Anwar Ibrahim: Who is he to us?’

26
May

Pulau Terlepas, Batu Terhempap, Putih Mata Akhirnya!

img.jpg              

Keputusan ICJ terpaksa diterima rakyat Malaysia dengan rasa amat sugul, pahit bagaikan menelan empedu. Hanya kita terkilan dengan keputusan hakim 12 berbanding 4, yang mengukuh hujah Singapura ke atas Pulau Batu Putih. Penghujahan pihak Kerajaan Malaysia ternyata lemah dan dangkal.

Meneliti keterangan penghakiman, Kerajaan Malaysia lebih berjaya mengemukakan alasan dari sudut sejarah, tetapi penghujahan undang-undang hambar!

Pasukan Malaysia diketuai Tan Sri Gani Patail Peguam Negara yang dikenali licik mengikut arahan penguasa politik tetapi tidak pernah terserlah selaku pakar perundangan. Singapura diwakili Prof Tommy Koh, tersohor dengan penglibatannya dalam sidang Undang-undang laut dunia serta Prof Jayakumar, pakar undang-undang. Hanya ini yang kami masyghulkan. Apakah kepentingan negara tidak terkorban seandainya yang dimajukan untuk mempertahankan maruah ibi pertiwi adalah pakar handalan?

Kini penguasa dan media Umno bermadah, Pulau Batu Putih hanya sebesar setengah padang bola dan Batu Tengah (yang dianugerah kepada Malaysia) tenggelam di kala air pasang!

Rakyat harus melahirkan penyesalan dan bantahan di atas kecuaian dan bantahan ke atas Kerajaan Umno-BN dan Peguam Negara!

ANWAR IBRAHIM

18
May

Liputan Media Indonesia

Antara News
Anwar Ibrahim: Investasi Jangan Korbankan Kepentingan Rakyat

Jawa Pos
Anwar Ibrahim Iri Kebebasan Pers

Suara Surabaya
Anwar Ibrahim Janjikan Normalisasi Hubungan Indonesia-Malaysia

Kompas
Anwar Ibrahim di Malang

18
May

Catatan Mengenang 100 Tahun Kebangkitan Nasional

catatan oleh Hasmi Hashim daripada Surabaya, Indonesia

“Harapan Baru” kini bukan sekadar di Malaysia; geloranya juga mulai meraupi mancanegara, Indonesia.

Pada 14 Mei lalu, bersama pengarah eksekutif Institut Kajian Dasar (IKD), saudara Khalid Jaafar, saya berkesempatan beserta dalam lawatan Dato’ Seri Anwar Ibrahim ke Kota Batu (atau disebut juga sebagai “Mbatu”), Jawa Timur. Program dan acaranya ialah untuk memperingati “peristiwa 1908”: 100 tahun lalu di mana berdirinya kelompok anak-anak muda “Beodi Eotomo” yang mencetuskan pemikiran dan kesedaran menentang kolonial.

Kota Batu terletak sekitar 90 kilometer ke Barat Surabaya dan “Mbatu” adalah akronim daripada nama Embah Wastu: seorang prajurit di zaman Pangeran Diponogoro. “Embah” dalam istilah Jawa adalah gelaran hormat kepada orang tua, sementara sang panglima itulah yang dikatakan sebagai “babat alas” (kira-kira maksudnya “pembuka pertama”) wilayah kota di kaki Pergunungan Panderman. Kota ini juga pernah menjadi tempat istirehat Raja Sindok pada abad ke-10.

Selain Anwar yang menyampaikan ucaptama, pemidato lain terdiri daripada mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah, Buya Syafii Maarif, dan penyair besar, WS Rendra.

Dewan Kartika Wijaya penuh sesak dan melimpah ke luar ketika rata-rata masyarakat sekitar mahu menjadi saksi gagasan baru kebudayaan dan politik oleh ketiga tokoh tersebut. Ketibaan kami disambut cukup bertradisi oleh wali kota, Eddy Rumpoko dan Sultan Ternate Jo Ou Kolano Mudaffar Sjah.

Acara menjadi cukup menarik dengan dilatari dentingan gamelan dan mederatornya oleh pemain wayang terkenal, Sujiwo Tedjo yang ditemani dua watak, Semar dan Petruk.

Ringkas dari maksud pidato ketiga tokoh itu ialah sejak pasca-merdeka, kini kesedaran terhadap kebebasan semakin kukuh sekalipun sememangnya kita sedang bergelut mencari nuansa pemikiran dan cara terbaik demi memastikan bahawa kebebasan tidak tergadai dalam apa jua keadaan dan gagasan sekalipun.

Sebelum itu, pada sebelah petangnya,sejurus tiba dari Jakarta kerana merasmikan buku terbaru Amein Rais (“Agenda-Mendesak bangsa: Selamatkan Indonesia!”) dari Lapangan Terbang Antarabangsa Juanda, Anwar terus dibawa ke sebuah restoren dalam pertemuan dengan usahawan utama dan paling berpengaruh di Surabaya.

Selepas menyaksikan keputusan Pilihanraya Umum ke-12, keyakinan peniaga di Surabaya bertambah untuk menjalin hubungan dagang dengan usahawan di Malaysia. Mereka juga diberitahu oleh Anwar bagaimana kini Pakatan Rakyat mengusai 5 negeri yang menyumbang 65 peratus hasil pendapatan dan kekayaan negara.

Jadual padat hari itu tamat dengan rakaman program “talk show” oleh sebuah stesyen televisyen tempatan jam 2.30 pagi, sedangkan esoknya, jam 6 pagi (!) Anwar perlu ke Kuala Lumpur.

Saya dan Pak Khalid tidak bersama pulang—kami perlu terus berdiskusi dengan teman-teman intelektual dan budayawan sepanjang dua hari berikutnya. Aduhai… usaha dan kemahuan yang tidak lazim di negara kita.

Kepada isteri bapak Rendra, Zen Zuraidah… selemat hari lahir. Keknya yang dikirim Anwar, saya dan Pak Khalid yang banyak meratah!

“Bapak Anwar usah terlalu lama menunggu untuk menjadi Perdana Menteri Malaysia ya…” begitulah selalunya harapan yang saya dengar dari segenap orang di sini.

10
Apr

Liputan Media Indonesia

Jakarta Post 1
suara-karya-tues-april-8.jpg jakarta-post-wed-april-9-001.jpg






Galeri Flickr

Majlis Penutup Kongress PKR ke 5 Majlis Penutup Kongress PKR ke 5 Majlis Penutup Kongress PKR ke 5 Majlis Penutup Kongress PKR ke 5 Majlis Penutup Kongress PKR ke 5 Majlis Penutup Kongress PKR ke 5 Majlis Penutup Kongress PKR ke 5 Majlis Penutup Kongress PKR ke 5 

Dokumentari Perbicaraan 1998

Video Manifesto KeADILan

Sila klik sini untuk versi Bahasa Inggeris, Cina dan Tamil

Pakatan Rakyat to Putrajaya

Pamerkan Di Website Anda

Other Banners

 

December 2008
M T W T F S S
« Nov    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031