Artikel

17 July 2012

Pendapat

Pendapat Anda?

Dari JaringNews.Com
Oleh Johannes Sutanto de Britto

Meskipun rakyat tidak berpendidikan tinggi, rakyat tidak bodoh.

JAKARTA, Jaringnews.com – “Pemilu kemungkinan digelar tahun ini, meski telah ditangguhkan berulang kali,” tegas tokoh oposisi Malaysia Anwar Ibrahim pada Jaringnews.com dalam sebuah wawancara eksklusif di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa pagi ini, 17/7. Rencananya, siang ini ia akan duduk bersama dengan Ramos Horta dan Thaksin Shinawatra di sebuah forum diskusi ilmiah dengan tema “Peace & Reconciliation in Southeast Asia” di Ballroom, Shangri-La Hotel.

Ia menambahkan bahwa dirinya siap memenangi pemilu Malaysia. Baginya, pemilu kali ini adalah kesempatan emas bagi rakyat untuk kebebasannya dalam demokrasi.

“Bagi saya baik pemilu kali ini adalah baik karena saya pikirkan rakyat. Meskipun rakyat tidak berpendidikan tinggi, rakyat tidak bodoh. Inilah hak rakyat untuk kebebasan,” tegasnya.

Meski demikian, jalan untuknya masih tetap berliku karena kini ia dituduh mendalangi aksi demonstrasi menentang rezim di Malaysia.

Seperti diketahui, ribuan warga Malaysia menggelar unjuk rasa yang disebut Bersih di Kuala Lumpur untuk menuntut perubahan sistem pemilu yang menurut mereka berpihak pada koalisi pemerintah pimpinan Perdana Menteri Najib Razak. Bersama Anwar Ibrahim, Wakil Presiden PKR Azmin Ali dan Badrul Hisham Shaharin dituntut oleh pemerintah karena dianggap sebagai dalang kerusuhan.

Ribuan warga Malaysia terlibat bentrok dengan aparat keamanan karena pengunjuk rasa berusaha menerobos barisan polisi yang memblokade jalan-jalan menuju alun-alun. Sedikitnya 500 orang ditangkap setelah aksi pada pada 28 April 2012 lalu itu.

Jika terbukti bersalah, Anwar akan diancam dengan hukuman dua tahun penjara dan denda sebesar 2.000 ringgit Malaysia atau sekitar Rp6 juta. Tidak hanya itu saja, Anwar juga akan dilarang untuk mencalonkan diri dalam pemilihan umum.

Anwar didakwa melanggar undang-undang yang melarang unjuk rasa jalanan dan pawai massal di pusat kota Kuala Lumpur. Sidang akan digelar kembali dalam beberapa bulan ke depan.

Meski demikian, Anwar kepada Jaringnews.com memastikan bahwa dirinya akan memenangi pemilu Malaysia.

“Pemilu kali ini menjadi peluang terbaik bagi kami untuk berkuasa,” tegasnya.

Apalagi, jelasnya, Najib sudah undur pemilu ini berulang kali karena merasa tidak percaya diri untuk ikut pemilu.

16 July 2012

Pendapat

Pendapat Anda?

Johannes Sutanto de Britto
Mantan Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra, pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim dan mantan Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta

Mantan Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra, pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim dan mantan Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta

Ketiganya dipastikan akan duduk bersama di sebuah forum diskusi ilmiah dengan tema “Peace & Reconciliation in Southeast Asia” di Ballroom, Shangri-La Hotel, Jakarta, Selasa, 17/7.

JAKARTA, Jaringnews.com - Tiga tokoh yang tidak asing lagi di kawasan Asia yaitu mantan Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra, pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim dan mantan Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta dipastikan akan duduk bersama di sebuah forum diskusi ilmiah dengan tema “Peace & Reconciliation in Southeast Asia” di Ballroom, Shangri-La Hotel, Jakarta, Selasa, (17/7).

Diskusi bertaraf internasional yang diselengggarakan oleh Strategic Review: The Indonesian Journal of Leadership, Policy and World Affairs ini akan dihadiri oleh Presiden RI Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono. Dalam forum ini Presiden SBY akan menjadi keynote speakersnya. Pada kesempatan diskusi ini juga Strategic Review akan melakukan “Formal Launch” untuk jurnalnya yang telah berusia kurang lebih 1 tahun sejak terbit perdana.

Kehadiran tiga tokoh kontroversial di Jakarta ini tentu akan menjadi perhatian publik Indonesia. Seperti diketahui, ketiganya adalah sosok yang memiliki pengaruh besar dalam peta perpolitikan di negaranya masing-masing.

Mantan PM Thaksin yang telah digulingkan oleh militer pada September 2006 tinggal di pengasingan di Dubai. Meski tinggal di pengasingan, ia tetap memiliki pengaruh yang sangat kuat di Thailand.

Thaksin digulingkan oleh para jenderal pada 2006 dan tinggal di luar negeri untuk menghindari hukuman dua tahun penjara karena kasus korupsi yang menjeratnya. Ia sendiri secara tegas menyatakan bahwa tuduhan itu bermotif politik.

Adik Thaksin Shinawatra, Yingluck menjadi perdana menteri pada tahun lalu setelah kemenangan pemilu yang gemilang. Pemerintahannya mendorong parlemen untuk membentuk sebuah panel yang bertugas menulis ulang konstitusi 2007. Konstitusi itu sendiri dirancang oleh pendukung kudeta yang menggulingkan Thaksin. Rencana itu ditetang oposisi Thailand. Mereka menangkap ada motif politik pemulangan Thaksin tanpa harus menjalani hukuman penjara. Pihak oposisi juga meminta pemerintah untuk tidak mengubah status monarki.

Tak kalah unik, pemimpin oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim, yang justru sedang menghadapi dakwaan baru sehubungan dengan aksi unjuk rasa anti-pemerintah yang terjadi di Malaysia. Bersama Anwar Ibrahim, Wakil Presiden PKR Azmin Ali dan Badrul Hisham Shaharin dituntut oleh pemerintah karena dianggap sebagai dalang kerusuhan.

Jika terbukti bersalah, Anwar akan diancam dengan hukuman dua tahun penjara dan denda sebesar 2.000 ringgit Malaysia atau sekitar Rp6 juta. Tidak hanya itu saja, Anwar juga akan dilarang untuk mencalonkan diri dalam pemilihan umum.

Anwar didakwa melanggar undang-undang yang melarang unjuk rasa jalanan dan pawai massal di pusat kota Kuala Lumpur. Sidang akan digelar kembali pada 3 September mendatang.

Sementara itu, Ramos Horta, sosok yang di masa lalu pernah diidolakan di negara bekas wilayah Indonesia itu adalah mantan Presiden Timor Leste. Peraih Nobel Perdamaian tahun 1996 ini sebelumnya berada pada posisi ketiga dalam putaran pertama pemilu presiden kedua di Timor Leste pada 17 Maret 2012 lalu.

Ramos Horta dikalahkan oleh mantan gerilyawan di masa pendudukan Indonesia, Taur Matan Ruak yang juga telah mengalahkan pemimpin oposisi Francisco Guterres.

Klik Link: http://jaringnews.com/internasional/asia/18744/tiga-tokoh-kontroversial-asia-akan-bertemu-di-jakarta

16 July 2012

Pendapat

Pendapat Anda?

KeadilanDaily

Mantan Perdana Menteri, Tun Dr Mahathir Mohamad menyalahgunakan pengaruhnya untuk mengaut keuntungan demi kepentingan peribadi memalukan negara, kata Presiden Teras Pengupayaan Melayu (Teras), Mohd Azmi Abdul Hamid.

Beliau berkata, Teras kesal pemberian bekalan minyak pesawat MAS kepada Petron iaitu syarikat milik anaknya, Mirzan yang juga dikaitkan dengan pembelian sebuah syarikat perusahaan arak, San Miguel.

“Tun Mahathir sepatutnya bertanggungjawab untuk memastikan kepentingan Petronas mendahului segala kepentingan peribadi kerana ia adalah aset negara dan ini bukan kali pertama beliau melakukan penyalahgunaan pengaruhnya untuk memastikan anaknya mendapat tender besar,” katanya dalam satu kenyataan.

Mohd Azmi juga mendesak kerajaan memberi penjelasan mengapa syarikat milik negara disalahguna kepada syarikat peribadi.

“Kerajaan perlu jelaskan kenapa syarikat penting milik negara seperti Petronas dan MAS harus ditundukkan kepada sebuah syarikat peribadi yang boleh menjejaskan kepentingan kedua-dua syarikat strategik kerajaan.

“Terlalu banyak perundingan urusniaga di negara ini yang mengutamakan kroni lebih dari kepentingan negara. Apakah perkara ini akan terus diuruskelola dengan cara sumber negara difaraid sesama kroni yang tidak mempunyai agenda utama selain dari mengaut keuntungan lumayan,” tegas beliau.

Beliau juga mengkritik budaya kronisme dalam pentadbiran negara yang masih kukuh dan mendapat rangsangan kuat di kalangan pemimpin dan bekas pemimpin negara.

“Bermula dari kes tender secara rundingan terus sehingga kes anugerah kepada syarikat tanpa ketelusan dan tanpa tender terbuka, negara ini jelas mengabsahkan amalan kronisme yang sangat ketara.

“Teras berani mengatakan tidak ada kontraktor dalam kelas apa sekalipun di negara ini yang dapat menafikan betapa proses pemberian tender sarat dengan amalan kronisme dan rasuah,” kata Mohd Azmi.

Katanya, Teras juga mendapati punca utama sesuatu projek menjadi terlalu mahal disebabkan budaya kronisme dan rasuah.

“Sistem kronisme dan rasuah yang menjadi sangat lazim di negara ini adalah faktor utama kenapa suatu projek menjadi sangat mahal.

“Lebih malang lagi, tender diberikan kepada sebuah syarikat yang mengenepikan syarikat kerajaan yang strategik padahal syarikat itu sepatutnya lebih diutamakan kerana ia mempunyai kepentingan negara,” kata beliau lagi.

16 July 2012

Pendapat

Pendapat Anda?

15 July 2012

Pendapat

Pendapat Anda?

Malaysia Chronicle

Bapa Altantuya Shaariibuu, wanita Mongolia yang telah dibunuh di Malaysia telah mempersoal kenapa Perdana Menteri Datuk Seri Najib Tun Razak begitu keberatan untuk mengambil bahagian dalam perbicaraan rasuah Scorpenes di Perancis. Ini menandakan masa untuk Najib sebagai pemimpin negara untuk bangkit dan membersihkan namanya dan kerajaan Malaysia di mata dunia.

Kata-kata Setev bukan sahaja terang dan jelas untuk semua tetapi mempunyai implikasi yang mendalam bagi Malaysia sendiri, yang telah diheret ke dalam skandal yang sudah berlaku sejak 6tahun tahun yang lalu. Jika Najib tidak berani untuk mempertahankan namanya sendiri, pasti dia menyembunyikan sesuatu atau memang sebenarnya bersalah atas dakwaan yang dibuat keatasnya. Inilah yang dikatakan oleh Setev.

Dan jika ini adalah benar, maka rakyat Malaysia mungkin terpaksa menuntut perletakan jawatan daripada perdana menteri yang terpalit skandal ini jika dia enggan membersihkan namanya dan bertanggungjawab kepada mereka yang menjadi mangsa dan masyarakat global.

Diam tanda bersalah?

Dalam satu kenyataan akhbar yang dikeluarkan kepada media di Malaysia pada hari Khamis dan dibaca pada sidang media oleh Ahli parlimen PKR Kelana Jaya, Loh Gwo-Burne, Setev berkata, amat mengejutkan apabila pentadbiran Najib tidak mengambil apa-apa tindakan untuk membantu atau turut serta dalam siasatan Scorpenes ‘.

Anak perempuannya yang berusia 28 tahun itu dipercayai telah dibunuh kerana pengetahuannya tentang urus niaga kapal selam Scorpene, di mana DCNS, pembekal senjata Perancis telah dituduh merasuah pegawai Malaysia termasuk Najib untuk membolehkan penjualan sejumlah RM7.3bil kepada kerajaan Malaysia.

Setev juga menyatakan bahawa dia terkejut apabila Parlimen Malaysia – yang akan dikawal oleh parti Umno Najib – telah menolak usul baru-baru ini untuk membahaskan bukti baru dalam perbicaraan di Perancis yang menunjukkan rakan rapat Najib yang juga perunding bagi Scorpenes, Razak Baginda mungkin telah menjual maklumat rahsia ketenteraan kepada DCNS.

“Oleh kerana ia melibatkan pembunuhan anak perempuan saya, saya mengikuti perbicaraan kes Scorpene di Mahkamah Perancis dengan teliti. Perkembangan terkini memberitahu maklumat mengenai sebuah syarikat di Hong Kong yang dinamakan Terasasi dimana Razak Baginda adalah pengasas dan juga pengarahnya, terbabit dalam menjual rahsia ketenteraan kepada sebuah syarikat Perancis, “kata Shaariibuu.

Menyembunyikan bukti

DCNS kini dalam perbicaraan di Paris atas tuduhan rasuah dalam pembelian Scorpenes oleh Malaysia. Polis Perancis telah menemui beratus-ratus dokumen yang masih lagi diteliti oleh mahkamah Perancis. Setakat ini, wang yang digunakan untuk pembayaran rasuah Scorpenes telah mengarah kepada Baginda, ramai yang menyifatkannya sebagai orang kuat Najib dan Umno.

Namun demikian, pihak berkuasa Malaysia termasuk Menteri Pertahanan, Zahid Hamidi dan pegawai tentera telah menafikan rahsia tentera laut telah dijual. Dan walaupun perbuatan itu adalah pengkhianatan yang tinggi, tiada seorang pun dalam kerajaan Malaysia berani untuk menggesa agar suatu penyiasatan dibuat. Gaya bersahaja mereka ‘menyapu kotoran di bawah karpet’ telah mencetuskan kemarahan rakyat.

Beberapa pemerhati politik berkata Najib dan Umno akan terus menutup mata dan mengulangi penafian mereka kerana pilihan raya umum ke-13 negara akan diadakan tidak lama lagi. Kepada ayah Altantuya, ia mungkin nampak seperti mereka memperlekehkan kes pembunuhan anak perempuannya, tetapi bagi Najib, kedua-dua kes Scorpene dan Altanutya akan mendatangkan masalah yang serius dan boleh mengakibatkan kehilangan keyakinan pengundi dan integriti peribadinya.

Kami ada bukti Altantuya pergi ke Perancis

Setev juga menyangkal dakwaan yang diputar belit oleh media Umno bahawa Altantuya tidak pergi ke Perancis antara tahun 1999 dan 2007. Scorpenes telah dibeli pada tahun 2002 dan Altantuya pula dibunuh pada tahun 2006.

“Kami mempunyai bukti bahawa dia telah pergi ke Perancis dan akan mengemukakan bukti kami dikehendaki berbuat demikian. Saya berharap melalui kes ini dan usaha mereka di Perancis dan Malaysia, kita akan menemui kebenaran dan berharap perancang sebenar di sebalik pembunuhan anak perempuan saya akan dijumpai, “kata Setev.

Setev, juga menambah bahawa beliau bersedia untuk membantu dalam siasatan Scorpene dan boleh memberikan maklumat yang berguna yang akan membawa memberi maklumat yang berkemungkinan besar akan membantu siasatan kes. Dia juga sudah berada dalam senarai saksi untuk memberi keterangan di hadapan mahkamah Perancis.

Ada kaitan- Altantuya dan Scorpenes

Sengaja membuat laporan yang salah, media Malaysia telah memetik rekod imigresen Perancis dan menegaskan bahawa ia menunjukkan dia tidak pernah memasuki Perancis. Walau bagaimanapun, dokumen-dokumen mahkamah yang terbaru menunjukkan bahawa dia telah berbuat demikian, mengukuhkan dakwaan Setev. Terdapat juga testimoni rasmi pegawai DCNS yang berkata bahawa dia telah bertemu dan dia telah diperkenalkan kepadanya sebagai penterjemah Baginda.

Ada sebab-sebab yang jelas mengapa Najib dan Umno akan bersungguh-sungguh menjauhkan kes pembunuhan Altantuya daripada kes Scorpenes. Dalam kes Scorpenes, sekurang-kurangnya Najib dan Umno hanya didapati bersalah kerana rasuah sahaja.

Bagaimanapun, apabila hubungan antara pembelian Scorpenes dan Altantuya dibuat, ia akan menjadi sukar bagi mahkamah Malaysia untuk menolak agar kes dibuka semula. Bahkan perbicaraan semula apabila bukti baru terbongkar di Perancis dianggap penting dan menjadi motif utama di sebalik pembunuhan itu. Najib dan pegawai tertinggi Umno mungkin mendapati diri mereka dalam senarai suspek baru.

Berikan kerjasama penuh kepada pasukan penyiasat Mongolia

Setev juga merayu kepada pentadbiran Najib untuk “tulus dan ikhlas” dalam memberi bantuan kepada pasukan Mongolia yang akan tiba di Kuala Lumpur untuk menyiasat kes pembunuhan Altantuya.

Altantuya, yang boleh bercakap dalam 4 bahasa, termasuk Bahasa Rusia, telah ditembak di hutan di Shah Alam oleh dua bekas pengawal peribadi Najib. Mereka juga meletupkan tubuhnya dengan bahan letupan C4 untuk mencegah pengenalan mayatnya. Walaupun kedua-dua polis telah dikenakan hukuman gantung kerana membunuh, rakyat ternyata tidak puas hati dengan penghakiman ini.

Pertamanya, Baginda telah dibebaskan dengan penuh kontroversi apabila bersubahat dalam pembunuhan itu. Dia dilihat telah dilepaskan dengan mudah, tanpa mendapat tahu perkara sebenar dari dirinya sendiri mahupun diperolehi polis atau pihak pendakwa. Kedua, kebanyakan mereka yang mengikuti kes itu percaya bahawa perancang sebenar di sebalik pembunuhan itu masih belum didedahkan.

“Saya harap demi keadilan dan saling hubungan antara Mongolia dan Malaysia, kerajaan Malaysia akan memberi bantuan penuh ikhlas kepada pasukan Mongolia yang akan tiba di Malaysia Ogos ini untuk menyiasat pembunuhan anak perempuan saya.”

15 July 2012

Pendapat

Pendapat Anda?

14 July 2012

Pendapat

Pendapat Anda?

Malaysiakini

Timbalan Ketua Pengarang Kumpulan Utusan Malaysia, Datuk Mohd Zaini Hassan berkata pengamal media dibolehkan “memutar” fakta untuk membentuk gambaran yang diingini kepada khalayak.

Menurutnya, langkah itu adalah “serangan berhemah” kepada pembangkang yang kini menguasai persepsi umum sehingga menyebabkan kerajaan BN “dibicarakan” dalam ruang politik negara.

“Dalam bentuk penulisan kita ada; satu fakta, satu spin (putar fakta), satu lagi blatant lie (pembohongan terang-terangan).

“Dari segi perang psikologi kita jangan ikutlah blatant lie, kita jangan tulis pembohongan.

“Kita boleh spin, macam mana kita nak spin sesuatu fakta tersebut memihak kepada kita, itu OK,” kata Zaini.

Beliau turut mengakui kelebihan kini berpihak kepada pembangkang dalam perang psikologi politik menerusi media sosial.

“Kalau kita lihat sebelah sana, media (mereka) tidak tengok duit.

“Di sana mereka kerja dengan hati, perasaan, dan fisabilillah (di jalan Allah).

“Tetapi kita di sini, minta maaf kalau saya cakap, tidak ada duit tak jalan (jentera),” kata Zaini sewaktu bercakap pada forum Media Sosial: Mengurus Isu, Menangani Persepsi dan Emosi Rakyat di Kuala
Lumpur.

Zaini yang popular dengan kolum Cuit dalam akhbar Utusan Malaysia turut mengakui bahawa media kini memainkan peranan yang jauh lebih penting berbanding faktor wang dan jentera dalam memenangi pilihan raya.

“Dalam konteks Malaysia, media dah jadi tempat pertama (dalam memenangi pilihan raya),” kata Zaini.

Ketua Sekretariat Himpunan Ulama Muda Umno, Fathul Bahari Mat Jahaya yang turut menjadi panelis forum pula menggesa pengamal media sosial agar memeriksa fakta di sebalik sebarang dakwaan yang bersifat politik.

“Islam dan agama lain ajar kita kalau ada tohmahan, kita kena ada
bukti sama ada ia benar atau tidak benar,” katanya.

Pada masa yang sama, beliau juga menggesa pengamal media sosial pro-BN supaya mengamalkan “muslihat” dalam perang psikologi terhadap pembangkang.

Menurutnya, Nabi Muhammad turut mengamalkan muslihat dalam peperangan dengan menghitamkan rambut tentera Islam yang berusia agar kelihatan muda dan gagah pada mata musuh.

13 July 2012

Pendapat

Pendapat Anda?

KeadilanDaily

KEADILAN menggesa kerajaan menyelesaikan peningkatan kes jenayah dan bukan memberi tumpuan kepada usaha menangani persepsi umum, tegas Presidennya, Datuk Seri Dr Wan Azizah Wan Ismail.

Beliau mempersoal kenyataan Unit Pengurusan Prestasi dan Pelaksanaan (Pemandu) semalam, kononnya hanya 0.75 peratus (RM1.8 juta) daripada peruntukan mengurangkan jenayah dibelanja untuk program kesedaran.

“Jawapan Pemandu tidak mencukupi kerana ia tidak menangani masalah sebenar.

“Dengan menonjolkan angka 0.75 peratus tanpa mendedahkan perbelanjaan penuh, menjalankan ‘nitpick’ (tumpuan remeh) dan (ia) bertujuan untuk mengalihkan perhatian daripada isu sebenar,” katanya pada sidang media di ibu Pejabat KEADILAn hari ini.

Beliau berkata, sebanyak 11.25 peratus atau RM27 juta dibelanjakan untuk menangani persepsi orang ramai, daripada keseluruhan belanjawan Bidang Keberhasilan Utama Negara (NKRA)  bagi Pengurangan Jenayah.

Azizah berkata, Perdana Menteri, Datuk Seri Najib Razak menyembunyikan fakta jenayah sebenar di negara ini apabila mengatakan ia berada pada kadar  selamat.

Sedangkan katanya, Bekas ketua Polis Negara Tan Sri Musa Hassan pula mendedahkan sebaliknya.

Semalam, Musa dilapor mendakwa kadar jenayah di Malaysia sememangnya meningkat dan meminta pihak berkuasa tidak menyorokkan fakta sebenar kepada orang ramai.

Pada 10 Julai lalu, Wan Azizah mendedahkan 71 peratus daripada belanjawan NKRA 2012 atau bersamaan RM170 juta digunakan untuk aktiviti dasar mengurangkan perasaan takut terhadap aktiviti jenayah.

Katanya, kerajaan hanya memperuntukkan 3.67 peratus untuk mengurangkan jenayah pecah rumah dan curi kereta, 11.27 peratus untuk mengurangkan jenayah jalanan, 2.75 peratus untuk membawa penjenayah ke pengadilan, dan 11.25 peratus untuk meningkatkan tahap kepuasan awam dengan polis

13 July 2012

Pendapat

Pendapat Anda?

13 July 2012

Pendapat

Pendapat Anda?

Saya mengucapkan terima kasih kepada Kerajaan Negeri Selangor di bawah YAB Tan Sri Khalid Ibrahim yang menghuraikan secara konsep usaha-usaha pentadbiran beliau mengutip hutang dari Talam Corporation kepada Dewan Undangan Negeri Selangor yang bersidang minggu ini.

KEADILAN menghormati pemisahan di antara pentadbiran Kerajaan Negeri dan pendirian parti. Oleh sebab itu, tidak ada pimpinan parti yang mendahului kenyataan YAB Tan Sri Khalid Ibrahim supaya segala proses mengikut prosedur dan undang-undang boleh dilaksanakan oleh Kerajaan Negeri sebelum jawapan politik dilontarkan kepada MCA/Barisan Nasional.

Biro Politik KEADILAN yang bermesyuarat pada hari Rabu, 11 Julai telah memutuskan supaya pimpinan parti boleh mula mematahkan fitnah MCA di medan politik, setelah berpuas hati bahawa semua tindakan pentadbiran di peringkat Kerajaan Negeri telah pun dilaksanakan dengan baiknya.

Oleh itu, saya haruslah bermula dengan mengecam sekeras-kerasnya tindakan Datuk Chua Tee Yong yang cuba memutar belitkan fakta untuk memfitnah Kerajaan Selangor tetapi tidak sedikit pun memohon maaf kepada rakyat Selangor bagi pihak MCA atas penyelewengan dan rasuah yang dilakukan bersama dengan Umno sehinggakan ribuan ekar tanah dan ratusan juta wang rakyat hangus begitu sahaja.

Talam Corporation adalah anak emas Umno/MCA di bawah pentadbiran mereka dahulu. Selain diberikan tanah, Talam Corporation juga mendapat pelbagai projek besar yang dikendalikan oleh Kerajaan Selangor pada ketika itu.

Maka tidak hairanlah, sekurang-kurangnya 4,259 ekar tanah telah dipindahmilik kepada Talam Corporation di bawah pentadbiran Umno/MCA di Selangor. Lebih memualkan, pentadbiran Umno/MCA juga menutup mata kepada kegagalan Talam Corporation membayar cukai tanah dan premium kepada Kerajaan Negeri, termasuk bagi tanah-tanah seperti berikut:

1.      RM11.26 juta tunggakan cukai tanah bagi tanah seluas 1,276 ekar di Bukit Beruntung

2.      RM526,421 tunggakan cukai tanah bagi tanah seluas 25.94 ekar di Bukit Beruntung

Tidak cukup dengan kealpaan kerajaan Umno/MCA mengutip cukai tanah dari kroni mereka, rakan-rakan karib Datuk Chua Tee Yong di dalam MCA juga tidak segan silu membenarkan tanah-tanah ini dicagarkan pula oleh Talam Corporation kepada bank, sedangkan mengikut undang-undang selagi cukai tanah belum dibayar hakmilik tidak boleh dipindahkan.

Oleh sebab kealpaan dan penyelewengan MCA jugalah, sebahagian besar tanah seluas lebih 4,000 ekar ini digadaikan oleh Talam Corporation kepada bank. Hutang bank tertunggak Talam Corporation kepada bank, ketika Kerajaan Selangor di bawah Tan Sri Khalid Ibrahim mengambil keputusan nekad merampas tanah-tanah ini, sudah pun mencecah RM286 juta.

Pada masa yang sama, Talam Corporation juga berhutang dengan anak-anak syarikat Kerajaan Selangor apabila pelbagai projek usahasama dan tender yang dimenanginya gagal disiapkan. Sekali lagi, rakan-rakan karib Datuk Chua Tee Yong langsung tidak menghiraukan rekod buruk Talam Corporation apabila tender-tender dan perjanjian usahasama ini dianugerahkan kepada Talam Corporation.

Akibat dari pelbagai projek usahasama dan tender yang gagal, Talam Corporation berhutang sejumlah RM392 juta kepada anak-anak syarikat Kerajaan Selangor.

Penyelewengan yang ditinggalkan oleh kerajaan Umno/MCA ini akhirnya terpaksa diselesaikan oleh pentadbiran Pakatan Rakyat.

Ini bermula dengan merampas kembali tanah-tanah dan harta yang masih dimiliki Talam Corporation, termasuklah tanah-tanah yang telah digadaikan kepada bank-bank. Jumlah tanah-tanah dan harta yang dirampas dari Talam Corporation oleh pentadbiran Pakatan Rakyat mencecah RM684 juta.

Pun begitu, tanggungjawab kepada pemiutang lain dan bank juga perlu diselesaikan supaya tanah-tanah ini bebas dari gadaian dan boleh dibangunkan oleh anak-anak syarikat Kerajaan Selangor di masa hadapan.

Dari jumlah RM684 juta harta yang dirampas tadi, sejumlah RM292 juta digunakan untuk melangsaikan hutang-hutang bank dan pemiutang lain untuk membebaskan tanah-tanah tersebut dari gadaian.

Hasil bersih inilah; yang berjumlah RM392 juta adalah bersamaan dengan hutang-hutang Talam Corporation, yang akhirnya berjaya dikutip oleh pentadbiran Pakatan Rakyat.

Kiraan ini adalah cukup mudah, tetapi dirumitkan oleh Datuk Chua Tee Yong untuk mengaburi mata rakyat.

Saya memberi amaran supaya beliau cepat-cepat menghentikan fitnah ini sebelum lebih banyak fail-fail penglibatan pimpinan MCA dalam kesemua usahasama dan projek yang gagal ini didedahkan kepada rakyat.

 

MOHD RAFIZI RAMLI
PENGARAH STRATEGI KEADILAN

13 July 2012

Pendapat

Pendapat Anda?

Harakah

Kenyataan Timbalan Perhubungan Umno Selangor, Datuk Seri Noh Omar yang akan meneruskan projek air percuma di Selangor membuktikan pengiktarafan terhadap projek ini.

Sebelum ini pimpinan UMNO Selangor mengkritik keras dasar pemberian air percuma kepada rakyat dan menganggap tindakan tersebut akan memufliskan kerajaan negeri.

“Ternyata mereka kini telah mulai menerima hakikat bahawa dasar tersebut sememangnya memberikan manfaat besar kepada rakyat,” kata satu kenyataan yang dikeluarkan AMK Selangor.

Semalam media melaporkan, Noh Omar berkata, BN akan menyambung pemberian air percuma kepada rakyat Selangor sekiranya berjaya menawan kembali negeri Selangor dalam PRU akan datang.

Kenyataan beliau ini jelas mengiktiraf pentadbiran kerajaan Pakatan Rakyat Selangor dalam menyediakan perkhidmatan terbaik kepada rakyat menerusi dasar Merakyatkan Ekonomi Negeri.

AMK Selangor mengalu-alukan kenyataan Noh Omar semalam yang mana secara tidak langsung menunjukkan bahawa UMNO semakin cenderung meniru idea serta dasar yang dilaksanakan oleh kerajaan Pakatan Rakyat terutamanya dalam soal melibatkan kebajikan rakyat, kata kenyataan itu.

Justeru, AMK Selangor menyeru agar Noh Omar bersikap matang dan terbuka serta turut sama-sama membantu kerajaan negeri Selangor menyelesaikan isu-isu tertentu yang merumitkan kelancaran pelaksanaan dasar pemberian air percuma ini demi kebaikan rakyat Selangor seluruhnya.

13 July 2012

Pendapat

Pendapat Anda?

KeadilanDaily

Ketua Pembangkang, Datuk Seri Anwar Ibrahim berkata, tiada mana-mana Perdana Menteri di dunia ini yang menolak debat, melainkan Datuk Seri Najib Razak.

“Tidak ada mana-mana negara di dunia ini yang menolak untuk berdebat selain Perdana Menteri dari Malaysia.

“Jadi apa rekod baik yang negara ada? Yang ada dan boleh dibanggakan adalah rekod dunia dalam kes Scorpene yang membuatkan ia menjadi tumpuan dunia,” katanya pada Majlis Makan Malam KEADILAN Lembah Pantai, malam tadi.

Dalam ucapannya, Anwar turut menyentuh mengenai isu pemansuhan pinjaman Perbadanan Tabung Pendidikan Tinggi Nasional (PTPTN) yang berjaya menarik ramai sokongan anak muda.

“Sesudah (Pakatan Rakyat) berjaya menakluki Putrajaya nanti, apa yang menjadi keutamaan kita adalah pendidikan untuk rakyat.

“Pendidikan akan menjadi kerangka utama kita. Kita mahu semua rakyat di bawah pimpinan kita merasai nikmat yang sama bukannya nikmat untuk satu-satu kaum saja. Semua rakyat tidak kira apa warna kulit wajib mendapat nikmat yang sama,” tegas Anwar di hadapan kira-kira 1,500 hadirin.

Majlis Makan Malam yang diadakan di Dewan Persatuan Hainan Selangor dan Wilayah Persekutuan itu bertujuan
mengumpul dana untuk Parlimen Lembah Pantai anjuran Ahli Parlimen kawasan itu, Nurul Izzah Anwar.

Turut hadir pada majlis bertemakan “Selamatkan Negara, Maruah dan Kekayaan Kita” itu adalah Pengarah Strategi KEADILAN, Rafizi Ramli; Ahli Parlimen Bukit Gantang, Datuk Seri Nizar Jamaluddin dan Ahli Parlimen Puchong, Gobind Singh Deo.

Switch to our mobile site