Awal Perjalanan Karir Politik Anwar Ibrahim

Awal Perjalanan Karir Politik Anwar Ibrahim – Apabila di dunia ini penghargaan untuk politikus dengan karir paling berwarna, maka dapat dipastikan jika Anwar Ibrahim adalah salah satunya. Dalam memulai karir politiknya, Anwar Ibrahim yang lahir di Bukit Mertajam, Malaysia pada 10 Agustus 1947 ini sangat berperan penting dalam menegakkan hak masyarakat Melayu dengan menentang Perdana Menteri Tunku Abdul Rahman. Hal ini dipicu oleh adanya penurunan harga karet yang sangat fantastis, yang merupakan salah satu sumber mata pencaharian masyarakat Malaysia pada tahun 1970an. Anwar menjadi pelopor yang meneriakkan isu kemiskinan dan memimpin demo anti-kemiskinan yang menggiringnya menjadi tahanan ISA selama dua tahun lamanya.

Setelah mendapatkan gelar Sarjana Sastra Muda di Universiti Malaya pada tahun 1971, Anwar Ibrahim muda mendirikan sebuah organisasi bernama Angkatan Belia Islam Malaysia, yang ia pimpin sendiri sampai dengan tahun 1982. Anwar Ibrahim dikenal sebagai orang yang sangat ambisius. Selain organisasi tersebut, ia juga memimpin organisasi Masjid Belia Malaysia. Anwar bahkan mendapat penghargaan menjadi salah satu Anggota Kelompok Penasehat Muda PBB pada tahun 1973.

Meskipun pernah merasakan dinginnya tidur di balik jeruji besi, hal ini tidak membuat Anwar merasa kapok untuk makin menggeluti dunia politik. Sekitar tahun 1987, Anwar Ibrahim memutuskan untuk bergabung dengan Organisasi Naional Malaysia Bersatu (UNMO). Pada tahun 1983, Anwar bahkan diangkat menjadi Menteri Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga oleh Mahathir Mohammad yang pada saat itu menjabat sebagai Perdana Menteri Malaysia. Setahun setelahnya, Anwar diangkat menjadi menteri pertanian Malaysia. Selang beberapa tahun, Anwar dipindah jabatan menjadi Menteri Pendidikan pada tahun 1986.

Oleh karena prestasinya yang mengangumkan, Anwar Ibrahim disebut–sebut memiliki peluang untuk diangkat sebagai Wakil Perdana Menteri. Sebab, menurut adat tradisi Negara Malaysia, seseorang yang pernah menduduki posisi sebagai Menteri Pendidikan, bisa dengan mudah menduduki posisi Wakil Perdana Menteri. Pada tahun 1993, prediksi yang selama ini menjadi isupun terbukti. Anwar Ibrahim diangkat menjadi Wakil Perdana Menteri mengalahkan Ghafar Baba yang merupakan kandidat kuat membersamai Mahathir Mohammad sebagai Perdana Menteri. Namun jabatan tersebut tidak berlangsung lama karena adanya krisis moneter yang menimpa Malaysia pada tahun 1997. Pada dasarnya, Anwar memang memiliki pendapat yang berseberangan dengan Perdana Menterinya sejak tahun 1981, hal ini kemudian berujung pada pemecatannya pada tahun 1998, yang kemudian menggiringnya menjadi pihak oposisi.

Ironisnya, Anwar yang dulu memulai karir politiknya dengan menjadi presiden organisasi Masjid Belia Malaysia, akhirnya harus dijatuhi hukuman penjara selama 15 tahun terhitung sejak tahun 1998 karena tuduhan kasus sodomi dan tuduhan bermain judi bola. Sebenarnya, tuduhan ini dianggap kurang kuat mengingat perselisihannya dengan Mahathir Mohammad, bahkan sebagian pengamat politik menganggap bahwa tuduhan ini dibuat untuk menjatuhkan Anwar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *