Para Wanita yang Rela Terjun ke Politik Demi Anwar Ibrahim

Para Wanita yang Rela Terjun ke Politik Demi Anwar Ibrahim – Kehidupan sebagai politikus yang memiliki naik turun kejayaannya tentunya juga mempengaruhi kehidupan keluarga, termasuk bagi keluarga Anwar Ibrahim yang merupakan salah satu politikus terkenal di Malaysia bahkan ditingkat internasional. Datuk Seri Wan Azizah Wan Ismail, istri dari Anwar Ibrahim yang merupakan seorang dokter mata dan ibu dari lima orang anak, terpaksa terjun ke dunia politik.

Datuk Seri Wan Azizah memutuskan untuk berpindah kapal setelah mengarungi 20 tahun dunia kedokteran. Hal ini tentunya bukan tanpa sebab. Dorongan batinnya untuk membela suaminya karena berselisih paham politik dan penanganan masalah krisis moneter tahun 1998 memacunya untuk mengambil keputusan tersebut. Didukung oleh kasus tuduhan korupsi dan sodomi yang saat itu juga menimpa Anwar Ibrahim. Keluarga Anwar memang menganggap tuduhan itu hanyalah skenario pemerintah untuk menjatuhkannya karena Anwar berusaha mengungkap kasus korupsi dan nepotisme yang dilakukan oleh kubu petahanan.

Wan Azizah meningkatkan eksistensinya di dunia politik dengan mengikuti pemilihan umum parlemen 1999 bersama Partai Keadilan Rakyat (PKR) yang ia bentuk bersama suaminya. Dia berhasil mengamankan 5 kursi di parlemen untuk PKR. Wan Azizah juga terpilih menjadi angggota Majelis Umum Legislatif Selangor untuk wilayah Kajang pada tahun 2014. Di Pemilu 2015, Wan Azizah memenangkan satu kursi perlemen wilayah Pematang Pauh setelah Anwar Ibrahim didiskualifikasi karena tuduhan kasus sodomi. Tahun 2018, Wan Azizah ditunjuk oleh Mahathir Mohammad, rival suaminya, untuk menjadi Wakil Perdana Menteri.

Selain Wan Azizah, cobaan yang dialami oleh Anwar Ibrahim juga mendorong putri sulungnya, Nurul Izzah untuk masuk ke dunia politik. Perjalanan karirnya diawali dengan membantu sang ibu mendirikan PKR pada tahun 1999. Nurul Izzah menegaskan karir politiknya dengan mengikuyi pemilihan umum pada tahun 2008 lalu. Debutnya di politik menghasilkan hasil yang baik. Dia memenangkan pemilu 2008, mengalahkan rivalnya, Shahrizat Abdul Jalil dari partai UMNO. Atas kemenangannya, dia menunjukkan bahwa pengaaruh oposisi mengalami peningkatan. Pada tahun 2010, Nurul terpilih menjadi Wakil Presiden PKR, dan pada 2013 dia berhasil memenangkan kursi parlemen perwakilan Lembah Pantai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *