Kasus yang Menyeret Anwar Ibrahim ke Lapas Tahanan

Kasus yang Menyeret Anwar Ibrahim ke Lapas Tahanan – Anwar Ibrahim dikenal sebagai sosok politikus, negarawan, dan aktivis yang berhasil mencetak berbagai macam prestasi baik di tingkat nasional ataupun internasional di dalam instansi pemerintajan bahkan non pemerintahan. Berbagai macam organisasi dan kegiatan sosial politik telah dilakukannya sehingga berhasil mengantarnya untuk meraih berbagai macam prestasi dan mengharumkan nama Malaysia di mata dunia internasional. Ditambah lagi, berkat kepintarannya ia berhasil bergabung ke dalam parlemen dan pemerintahan Malaysia. Berawal dari keanggotaanya di parlemen dapil Pemantang Pauh, Anggota Parlemen Kementrian sebagai menteri kebudayaan, pemuda dan olahraga serta menjadi menteri keuangan. Setelah itu, ia juga dianugerahi jabatan sebagai wakil perdana menteri bersama Mahathir Muhammad pada kala itu. Oleh karena itu, ia mendapat berbagai macam dukungan dari tokoh-tokoh terkemuka dan beberapa negara Islam.

Akan tetapi, setelah kondisi perekonomian Malaysia mengalami kemunduran ia mendapat tuduhan melakukan tindak pidana korupsi. Setelah itu, ia juga diduga melakukan aksi tidak senonoh (sodomi). Hal ini membuat nama baiknya tercoreng dan dikeluarkan secara paksa dari parlemen Malaysia. Ditambah lagi ia dijatuhi hukuman penjara selama bertahun-tahun. Berikut adalah urutan peristiwa hukuman penjara yang pernah jatuh pada Anwar Ibrahim

  1. Pada tahun 1999, ia dijatuhi enam tahun hukuman penjara atas kasus korupsi.
  2. Ditambah lagi, pada tahun 2000 ia terlibat kasus pelecehan seksual sodomi hingga menyebabkan ia dijatuhi hukuman sembilan tahun penjara.
  3. Pada tahun 2004, Ia berhasil dibebaskan karena pencabutan kedua tuntutan tersebut.
  4. Kemudian, pada tahun 2008 ia kembali melakukan tindakan tak senonoh yaitu sodomi terhadap pembantu laki-lakinya sendiri.
  5. Setelah empat tahun berada di kurungan, ia kembali dibebaskan atas tuntutannya tersebut.

Sampai saat ini, Anwar Ibrahim telah terbebas dari jeratan hukum Malaysia dan kini menjadi sebuah pimpinan tim oposisi DPR Malaysia. Mengenai kebenaran tentang kasus tindakan kriminal yang dilakukannya kita tidak mengetahui secara pasti, akan tetapi semoga saja kasus semacam sodomi ini tidak terjadi lagi di Malaysia, bahkan negara-negara tetangganya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *