Kasus Sodomi Menyeret Mundur Anwar Ibrahim dari Parlemen

Kasus Sodomi Menyeret Mundur Anwar Ibrahim dari Parlemen – Anwar Ibrahim sebelumnya dikenal sebagai sosok pemimpin, negarawan dan cendekiawan yang sangat disegani oleh masyarakat Malaysia karena berhasil meraih berbagai prestasi baik di kancah nasional maupun tingkat internasional. Namun, keadaan menjadi berbeda saat ia terlibat dalam tuduhan kasus sodomi (melakukan tindakan tidak senonoh) beberapa tahun lalu. Sejumlah pengamat politik baik dari negara tetangga atau tingkat internasional pun banyak yang mengatakan bahwa ini hanya sebuah tuduhan untuk mencemarkan nama baiknya kala itu, yang mana sedang terjadi berbagai perselisihan dengan Mahathir Muhammad yang menjabat sebagai perdana menteri Malaysia saat itu. Ditambah lagi kondisi perekonomian negara sedang krisis, akibat turunya harga karet yang notabene sebagai hasil perekonomian utama masyarakat Malaysia, tepatnya pada tahun 1997.

Tuduhan pertama jatuh kepada Anwar Ibrahim ini dilakukan oleh seorang ahli parlemen DAP, Karpal Singh, selepas ia dipecat dari jabatannya di kerajaan dan dikeluarkan dari keanggotaaan UMNO. Proses penahanan dan pengadilan Anwar Ibrahim ini banyak menuai pro dan kontra baik di dalam ataupun luar negeri. Dibuktikan dengan banyaknya aktivis HAM, dan beberapa tokoh negara-negara tetangga yang menyorot peristiwa ini. Selain itu, banyak juga pihak lain yang mendukung Anwar dari luar negeri, akan tetapi wujud kepedulian dan antusias mereka tidak dapat mengubah keputusan Institusi Pengadilan Malaysia, yang mana Anwar Ibrahim tetap dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman.

Selain tuduhan kasus sodomi yang tiba-tiba datang pada dirinya, ada juga sebagian orang menganggap bahwa ia sebagai pemicu timbulnya krisis ekonomi di Malaysia, ditandai dengan penolakan Anwar untuk mengubah kurs tetap ringgit yang telah direncanakan oleh Mahathir Muhammad. Maka, Selain tuduhan kasus sodomi, penolakan pengubahan kurs tetap ini juga dianggap sebagai faktor yang menyebabkan diberhentikannya Anwar Ibrahim dari jabatannya sebagai wakil perdana menteri pada tahun 1998. Disamping itu, terdapat juga sebagian orang menganggap bahwa semua ini hanya tuduhan yang semata-mata hanya untuk menjatuhkan Anwar dari parlemen oleh kawan politiknya, akan tetapi sampai saat ini juga belum terungkap secara jelas bagaimana kejadian yang sebenarnya terjadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *