Arkib Tahun 2012

17 December 2012

Pendapat

Pendapat Anda?

DetikNews.com

Tulisan mantan menteri penerangan Malaysia Zainudin Maidin yang menghina mantan presiden BJ Habibie juga ditujukan pada tokoh oposisi Malaysia Anwar Ibrahim. Namun tulisan itu rupanya tak mempengaruhi hubungan Habibie dan Anwar, keduanya bahkan semakin akrab.

Hal itu terlihat saat Anwar datang ke Jakarta hari ini bersama anak dan istrinya, Nurul Izzah dan Wan Azizah. Mereka sengaja terbang untuk menonton pemutaran perdana film ‘Habibie & Ainun’ sore ini di Epicentrum, Kuningan, Jaksel, Senin (17/12/2012).

Sebelum menonton, keduanya sempat makan siang bersama di kediaman Habibie. Anwar menceritakan kebersamaannya dengan Habibie di akun twitternya @anwaribrahim.

“Jakarta: bersama Azizah @n_izzah dan RAShahrir kerumah exPres Habibie. 3ptg:nonton “Habibie-Ainun” tulis Anwar.

Anwar juga sempat mendiskusikan soal artikel Maidin di harian Utusan Malaysia yang sempat membuat heboh itu. Keduanya mengaku hanya tertawa saja melihat cara Maidin menggambarkan sosok Habibie dan dirinya.

“Sy makan dirumah Habibie-kami ketawa je”

Tak hanya itu, foto-foto keakraban keduanya juga terlihat di akun @habibiecenter dan staf Anwar. Mereka saling berangkulan sambil tersenyum lepas.

Sore ini, baik Anwar maupun keluarganya juga sudah hadir di lokasi pemutaran film. Presiden SBY beserta jajarannya juga hadir dalam acara.

Sebelumnya, di rubrik Tajuk Rencana (editorial) koran Utusan Malaysia edisi Senin, 10 Desember 2012, mantan Menteri Penerangan Malaysia Zainudin Maidin menulis dengan judul “Persamaan BJ Habibie dengan Anwar Ibrahim”. Di media yang dikontrol langsung pemerintah itu, Zainuddin menggambarkan Habibie sebagai sosok egois, memualkan, serta pengkhianat bangsa.

Zainudin mengawali tulisannya dengan mengatakan ‘Presiden Indonesia ketiga, Bacharuddin Jusuf Habibie yang mencatatkan sejarah sebagai Presiden Indonesia paling tersingkat, tersingkir kerana mengkhianati negaranya, telah menjadi tetamu kehormat kepada Ketua Umum Parti Keadilan Rakyat Anwar Ibrahim baru-baru ini. Beliau diberikan penghormatan untuk memberi ceramah di Universiti Selangor (Unisel).’ Zainudin juga menyebut keduanya sebagai anjing imperialisme.

Hubungan Habibie dan Anwar memang cukup akrab. Anwar — yang hendak mengikuti Pemilu Malaysia 2013 — mengundang Habibie berbicara ke Universitas Selangor pada Kamis 6 Desember 2012 lalu. Kunjungan itu sebagai balasan atas kedatangan Anwar Ibrahim di Jakarta pada 28 November 2012 untuk menghadiri ‘Celebrating The Habibie Center’s 13th Anniversary and Democracy Take-Off? The BJ Habibie Period. Anwar Ibrahim, mantan Wakil PM Malaysia, memuji Habibie dengan menyebut era Habibie yang singkat membawa perubahan besar di Indonesia.

17 December 2012

Pendapat

Pendapat Anda?

17 December 2012

Pendapat

Pendapat Anda?

Jakarta | Jum’at, 14 Dec 2012

Dari Harian Jurnal Nasional, koran Partai Demokrat
Oleh N. Syamsuddin CH. Haesy

HARI-hari yang menyesakkan. Sejak hari Senin (10/12) sejumlah kalangan bertanya kepada saya tentang Tan Sri Zainuddin Maidin (Zam), bekas Menteri Penerangan Malaysia dalam kabinet Abdullah Achmad Badawi (Pak Lah). Pasalnya, pada hari itu, lelaki berjuluk ‘Dato‘ Mamak‘ ‘“ untuk menegaskan dirinya sebagai orang melayu berdarah Pakistan ‘“ menulis artikel di koran Utusan Malaysia, yang membuat kita sangat marah.

Artikelnya bertajuk “Persamaan BJ Habibie dengan Anwar Ibrahim,‘ berisi penistaan keji kepada Pak Habibie, mantan Presiden BJ Habibie. Serangan keji dan tak tahu adab, itu tak boleh dibiarkan.

Saya mengenal Zainuddin Maidin, sejak Maret 2008. Kala itu, sebagai Menteri Penerangan, dia bertarung dengan Dato‘ Johari Abdul (dari Partai Keadilan Rakyat, pimpinan Anwar Ibrahim) dalam Pilihan Raya Umum (Pemilihan Umum). Pertarungan di daerah pemilihan Sungai Petani ‘“ Kedah, itu dimenangkan Dato‘ Johari. Rakyat di sana tak memilihnya. Padahal, pada dua malam menjelang pemungutan suara, Zam dengan pongah, meyakinkan, bahwa rakyat Sungai Petani akan memilihnya. Ternyata dia teruk.

Dari Sungai Petani saya menulis untuk koran ini (Jurnal Nasional, 12/3/2008), menggambarkan indikator kekalahannya. Ketika itu, saya melihat, bagaimana ia tak diorangi oleh rakyat Sungai Petani. Di ‘bilik gerakan‘ — semacam Posko Barisan Nasional ‘“ Taman Nilam, rakyat cuek dengan kampanye dialogis yang dilakukannya. Berbeda dengan ‘bilik gerakan‘ PKR.

Seorang sahabat — pemimpin grup media multi format milik swasta terbesar di Malaysia –, tak habis pikir, mantan Presiden Kesatuan Wartawan Kebangsaan Malaysia, itu bersikap tolol semacam itu. Zam seperti ‘musang tua tak tahu adab.‘

Saya bertanya-tanya: adakah wartawan lulusan Institute of Journalism di Berlin, Jerman (1969) yang pernah menjadi wartawan BBC seksi Melayu di London, itu sedang depresi berat? Sama sekali tak bisa dipahami oleh akal sehat.

Kalaupun Zam tak suka Pak Habibie membantu Anwar Ibrahim yang terus tersudutkan di negerinya, haruskah dia bersikap sebodoh itu? Apa salahnya Prof. Habibie memenuhi undangan Anwar Ibrahim, yang secara sah merupakan anggota parlemen Malaysia? Apa hal yang tiba-tiba membuatnya menjadi kehilangan dirinya?

Kepada sejumlah kalangan di Malaysia, tindakan Zam menista mantan Presiden Republik Indonesia adalah tindakan yang membuat hubungan kedua negara kini dan ke depan, terjejas (rusak). Alasan Zam menulis artikel itu, bertujuan agar Pak Habibie tidak bersekutu dengan Anwar Ibrahim yang dipandangnya ‘tak punya marwah,” adalah alasan pandir. Alasan itu menunjukkan Zam sebagai politisi ‘lencong‘ dan ‘lancung‘ yang tak pantas berada di UMNO.

Sejumlah wartawan senior Malaysia pun marah kepada Zam dan Datuk Abdul Aziz Ishak ‘“ Pemimpin Redaksi Kelompok penerbitan Utusan karena membiarkan tulisan Zam yang buruk itu diterbitkan. Keduanya telah menodai asas-asas akhlak yang selama ini diusung oleh Utusan Malaysia.

Kita sangat marah kepada Zam, karena banyak hal. Pertama, karena serangan dia kepada Pak Habibie sangat tidak wajar. Kedua, sebagai bekas menteri, mestinya sebagai bekas menteri dia tahu adab, memegang teguh prinsip UMNO dan pers Malaysia: menghormati Kepala Negara dan mantan Kepala Negara jiran. Ketiga, Zam tak punya adab kesopanan, semata-mata hanya karena dia membenci Anwar Ibrahim.

Dampak dari tindakan bebal Zainuddin Maidin, rusaklah upaya Mantan Perdana Menteri Malaysia Dr. Tun Mahathir, Perdana Menteri Malaysia Dato‘ Seri Muhammad Najib Tun Razak, Yang Dipertua Dewan Negara, Tan Sri Abu Zahar Dato‘ Nika Ujang, dan Menteri Penerangan Komunikasi Kebudayaan Malaysia Dr. Dato‘ Seri Utama Rais Yatim. Zam juga sudah menghancurkan persahabatan yang dibangun susah payah oleh para wartawan senior, budayawan, aktivis NGO (lembaga swadaya masyarakat), dan tokoh-tokoh pengusaha.

‘Musang tua‘ tak beradab, itu telah membakar rasa persaudaraan kedua negara, hanya karena dia depresi? Itu bukan alasan. Urusan kita adalah memelihara hubungan baik kedua negara yang terus menerus diupayakan oleh kalangan berakal sehat dan beradab.

Kita mendesak, PM Malaysia Dato‘ Seri Muhammad Najib Tun Razak, selaku Presiden UMNO (United Malays National Organization) memberi punishment kepadanya sebagai anggota. Alasannya: Zainuddin Maidin, ‘musang tua tak tahu adab‘ itu telah merusak hubungan ‘dua hala‘ (timbal balik) kedua negara. Kita berharap pula, pertemuan pemimpin pemerintahan kedua negara, pekan depan, mengobati luka yang ditorehkan Zam !

17 December 2012

Pendapat

Pendapat Anda?

Sinar Online

Ketua Pembangkang, Datuk Seri Anwar Ibrahim memberi jaminan sekiranya Pakatan Rakyat (PR) berjaya menang majoriti dalam Pilihan Raya Umum Ke-13 (PRU13), perubahan kepimpinan akan berlaku secara terkawal.

Beliau berkata, PR tidak pernah sesekali berniat untuk mengaibkan Umno dan Barisan Nasional (BN) jika berjaya mengambil alih pemerintahan negara nanti.

“Dengan izin ALLAH SWT saya yakin kita akan menang dan bila perubahan (kepimpinan) itu berlaku kita jamin ia (secara) terkawal.

“Bila sudah menang dalam tempoh 24 jam selepas angkat sumpah kita akan turunkan harga minyak di seluruh negara ini,” katanya mengulangi janji PR ketika berucap pada Ceramah Perdana Himpunan Kebangkitan Rakyat Terengganu – PGU 6.0 yang diadakan di Dataran PGU Paka dekat sini, malam tadi.

Turut menyampaikan ceramah, Timbalan Presiden Pas, Mohamad Sabu; Setiausaha Agung PKR, Datuk Saifuddin Nasution Ismail dan Pengerusi PKR Terengganu, Azan Ismail dengan lebih 50,000 penyokong dan penduduk membanjiri tapak ceramah.

Pada masa sama, Anwar menyeru penduduk Terengganu yang berniat untuk membeli kereta agar menangguhkan dahulu hasrat itu kerana PR akan menurunkan cukai eksais kereta sebanyak 20 peratus apabila berjaya ke Putrajaya nanti.

Sementara itu, mengulas mengenai kebanjiran puluhan ribu penyokong sempena ceramah itu, Ketua Umum PKR ini menyifatkan ia sebagai kebangkitan rakyat yang berlaku apabila rakyat mempunyai kesedaran dan tidak mahu lagi menjadi mangsa kezaliman.

Dalam perkembangan lain, Azan membidas Menteri Besar Terengganu, Datuk Seri Ahmad Said yang kononnya mahu perjuangkan hak ke atas telaga minyak baru yang dijumpai di Blok PM307 Bertam yang terletak di luar pantai Semenanjung antara Terengganu dan Pahang.

“MB tok soh agah (tak payah angkuh) konon nak berjuang dapatkan hak ke atas telaga minyak baru tapi hok buwi doh kepada Terengganu (royalti yang sepatutnya diterima negeri) pun boleh terlepas, inikan pula untuk dapatkan royalti bagi telaga minyak baru,” tegasnya.

16 December 2012

Pendapat

Pendapat Anda?

Harakah

Para hadirin berdiri mengikuti ucapan pemimpin Pakatan Rakyat kerana padang becak.

 

NIBONG TEBAL: Sekalipun padang becak kerana hujan petang tadi, namun tidak menghalang lebih 15,000 orang menghadiri Himpunan Kebangkitan Rakyat peringkat negeri Pulau Pinang di Padang Awan Jawi, malam ini.

 

Hujan yang turun renyai-renyai kira-kira jam 5.40 petang, yang kemudiannya lebat selama 15 minit pada jam 6.00 petang menyebabkan padang menjadi becak dan sebahagiannya ditakungi air.

 

Begitupun, selepas solat Isyak, orang ramai yang terdiri daripada pelbagai kaum mula berpusu-pusu ke padang tersebut untuk mengikuti pidato yang disampaikan pemimpin Pakatan Rakyat termasuk Datuk Seri Anwar Ibrahim, Lim Guan Eng dan Mohamad Sabu.

15 December 2012

Pendapat

Pendapat Anda?

Malaysia Chronicle
By Gobind Singh Deo

Malaysia will forever remain in a dark cloud over the killing of Mongolian Altantuya Shaariibuu because of the failure on part of our criminal justice system to secure complete justice for her.

We have failed until now to explain why Altantuya was killed and more importantly who directed her killing.

The recent claims by Deepak Jaikishan surrounding the making of a statutory declaration has added more fuel into a fire which just cannot seem to be put out.

The Attorney General Tan Sri Gani Patail, should respond to the allegations made by Deepak that “justice has not yet been done “in the case involving Altantuya

WHO ORDERED THE KILLING?

Deepak was earlier reported as saying:

“Whoever actually killed her, who actually instructed her killing, should be responsible. They must take the responsibility.”

This question has been asked again and again. The AG should tell us, who ordered the killing and why? This is the most important aspect of the case which has not been answered until now.

This angle ought to have been probed further during the trial of those who were charged with her murder. It is basic in all cases like this that motive is established. The prosecution owe the family of the deceased and the general public a duty here.

DEAFENING SILENCE

It is also surprising to note the Prime Ministers silence in this matter.

The Prime Minister has in past cases involving suspicious deaths, recognized the need for full ‘no stone unturned’ inquiries so as to get to the truth and so as to find justice and closure for the deceased and the families of the deceased.

Why is it different with Altantuya? Why are we not pressing for answers to these most important aspects of the case? Isn’t the Prime Minister as head of the government interested to know what actually happened more so given the manner in which the murder was executed?

JUSTICE MUST BE DONE

It is said that “Justice must not only be done, it must be seen to be done”.

I challenge the Prime Minister to direct a full inquiry into these aspects of this case. We must get to the truth. The truth must prevail.

With the election looming, the Prime Minister cannot afford to have this problem hoovering over his head. If he feels there is no need for further inquiry, and that the earlier investigations have answered all questions, then he should tell us, what does the investigation reveal?

Who ordered the killing of Altantuya and why?

GOBIND SINGH DEO is the DAP MP for Puchong

15 December 2012

Pendapat

Pendapat Anda?

Courtesy of Al Mayadeen TV & Malaysia Chronicle
An interview with Beirut-based Al Mayadeen TV conducted in Kuala Lumpur Malaysia on November 2012

13 December 2012

Pendapat

Pendapat Anda?

Selangorku

Kerajaan Selangor kecewa dengan artikel yang diterbitkan oleh Utusan Malaysia baru-baru ini yang telah menghina mantan Presiden Republik Indonesia, BJ Habibie.

Artikel yang ditulis oleh bekas Menteri Penerangan, Tan Sri Zainuddin Mydin itu biadap dan menunjukkan ketidakmatangan serta tidak hormat kepada pemimpin yang telah menyumbang besar kepada negaranya dan rantau ini dalam dunia politik dan bidang kejuruteraan aeronautik.

Kerajaan Selangor menggesa Utusan Malaysia dan Zainuddin untuk memohon maaf kepada Habibie serta rakyat Indonesia sebelum isu ini menjadi lebih buruk.

“Kenyataan demikian boleh menjejaskan ikatan dua hala yang kuat antara Malaysia dengan Indonesia dan rakyat kedua-dua negara. Kita mahu menegaskan bahawa penulisan Zainuddin tidak mewakili pendirian rakyat Malaysia,” ujar Menteri Besar Tan Sri Abdul Khalid Ibrahim.

Beliau berkata, Malaysia dan Indonesia mempunyai banyak ciri-ciri yang sama termasuklah sejarah, budaya dan agama yang sepatutnya dikongsi dan dihargai oleh rakyat kedua-dua negara.

“Ini adalah salah satu sebab mengapa Selangor menjemputnya untuk berkongsi pengalaman dan pemikirannya dalam melaksanakan kerja-kerja reformasi negeri dan penambahbaikkan proses pendemokrasian,” kata Menteri Besar lagi.

BJ Habibie berada di Selangor untuk lawatan dua harinya sebagai tetamu rasmi kerajaan negeri pada minggu lalu dan memberikan ucapan kepada kakitangan serta mahasiswa universiti milikan penuh kerajaan negeri, Universiti Selangor.

Keluarkan oleh

SEKRETARIAT AKHBAR

PEJABAT DATO’ MENTERI BESAR SELANGOR

13 DISEMBER 2012

13 December 2012

Pendapat

Pendapat Anda?

Merdeka.com

Hubungan Indonesia dan Malaysia kembali memanas. Sejumlah politikus bereaksi keras, bahkan sampai ada tuntutan agar Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Syed Munsyi al-Habsyi diusir dari sini. Dewan Perwakilan Rakyat juga berencana memanggil Syed Munsyi dan mengirimkan nota protes ke pemerintah negara jiran.

Pemantiknya kali ini adalah tulisan opini mantan Menteri Penerangan Malaysia Zainudin Maidin di koran Utusan Malaysia kemarin. Dia menuding bekas Presiden Bacharudin Jusuf Habibie, 76 tahun, sebagai pengkhianat bangsa karena telah menyebabkan Timor-Timur lepas dari Indonesia. Dia menyamakan Habibie dengan pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim, 65 tahun, yang kerap disebut pengkhianat.

Anwar menyebut tulisan mantan Pemimpin Redaksi Utusan Malaysia itu dangkal dan berisi prasangka keji terhadap Habibie. “Ini kian menunjukkan betapa arogannya para elite UMNO,” katanya. Dia menambahkan tuduhan Maidin itu memang bukan hal baru. “Dia selalu menyebut siapa saja berseberangan dengan UMNO sebagai pengkhianat, namun kali ini sudah kebablasan.”

UMNO (Organisasi Bangsa Melayu Bersatu) merupakan partai penguasa sejak Malaysia mendapat kemerdekaan dari Inggris pada 1957. Mereka memimpin koalisi Barisan Nasional.

Wakil perdana menteri sekaligus menteri keuangan di era Mahathir Mohamad ini mengakui Habibie datang atas undangannya dan pemerintah negara bagian Penang dan Selangor. Dia menjadi pembicara dalam lawatan tiga hari, 4-6 Desember lalu. Habibie juga memenuhi undangan makan siang bersama di kediaman Anwar di Bukit Segambut.

Keduanya memang bersahabat. Ketika Anwar menjalani rawat inap akibat cedera tulang belakang di Kota Munich, Jerman, Habibie dan Ainun ikut menemani. Saat berkunjung ke Jakarta Juli lalu, Anwar juga bertandang ke rumah Habibie di kawasan Patra, Kuningan, Jakarta Selatan. “Anwar itu saudara saya,” ujar Habibie menggambarkan keakraban mereka.

Berikut penuturan Anwar saat dihubungi Faisal Assegaf dari merdeka.com melalui telepon selulernya, Selasa (11/12).

Apa sebenarnya terjadi dengan lawatan Habibie ke Malaysia?

Dia datang atas undangan saya dan pemerintah negara bagian Penang dan Selangor. Dia menjadi pembicara mengenai teknologi pesawat dan pengalaman demokrasi di Indonesia, tidak membahas soal politik dalam negeri Malaysia. Sambutannya juga luar biasa, ribuan orang hadir. Sebelum kembali ke Indonesia, dia sempat makan siang keluarga di rumah saya.

Jadi apa komentar Anda soal tudingan Zainudin Maidin terhadap Habibie?

Itu hanya pendapat segelintir orang saja. Dia orang UMNO, bekas pemimpin redaksi Utusan Malaysia. Siapa saja tidak setuju dengan UMNO dia sebut pengkhianat. Dia adalah satu-satunya menteri yang kalah dalam pemilihan umum 2008 dari calon Partai Keadilan. Jadi dia punya dendam kesumat terhadap saya. Caranya biadab dan targetnya selalu saya.

Tapi kali ini tokoh dari Indonesia jadi sasaran?

Dia lupa kalau yang diserang kali ini adalah tokoh dari negara lain. Ini kesilapan besar karena menyangkut hubungan dua negara bertetangga. Sebenarnya kejadian macam ini bukan hal baru. UMNO juga pernah mengecam Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan setelah saya memberi pidato di kediamannya. Syekh Yusuf Qardhawi juga dikritik setelah bertemu saya. Jadi mereka menyerang siapa saja berteman dengan saya.

Kalau serangan atas tokoh Indonesia lainnya?

Ini bukan pertama. Pada kampanye pemilihan umum 2008, ketua pemuda UMNO pernah menyebut Gus Dur orang tidak bermoral karena mendukung Anwar. Mereka menyebar foto Gus Dur dengan seorang perempuan.

Apakah sikap semacam ini menjadi sebab selalu memanasnya hubungan Indonesia-Malaysia?

Inilah yang menyebabkan hubungan kita senantiasa retak. Sebab, para elite UMNO kerap bersikap arogan. Arogansi UMNO bukan sekadar menyerang oposisi. Mereka sewenang-wenang dan tidak peduli dengan hubungan antar negara, menyerang tokoh-tokoh dari negara lain. Saya hampir setiap bulan dicap pengkhianat.

Apakah Anda melihat sikap UMNO itu lantaran mereka menuding teman Anda dari negara lain membantu upaya Anda menggulingkan kekuasaan UMNO?

Tudingan semacam itu tidak benar karena semua pecinta kebebasan dan keadilan bergerak ke arah itu. Rakyat pecinta kebebasan dan keadilan juga mendukung hal itu.

Jadi Perdana Menteri Najib Razak wajib minta maaf?

Najib selaku presiden UMNO harus minta maaf. Meski ini pandangan pribadi, tapi Zainudin adalah orang UMNO dan tulisannya dimuat di surat kabar milik UMNO. Utusan Malaysia berada di bawah pengawasan langsung Najib.

Apa dampak negatif dari tuduhan Maidin terhadap Habibie?

Ini makin menjelekkan citra UMNO. Rakyat makin paham para elite UMNO bersikap aorgan dan sewenang-wenang. Jadi ini keuntungan buat kita.

Jadi Anda yakin bakal menang pada pemilu tahun depan?

Insya Allah, doakan saja.

13 December 2012

Pendapat

Pendapat Anda?

Blog RukunAsia

Tulisan ini masih berkaitan dengan tulisan saya yang sebelumnya, mengenai hinaan Zainuddin Maidin kepada BJ Habibie. Dalam tulisan sebelumnya, saya mengatakan bahwa ada kemungkinan bahwa pernyataan Zainuddin adalah ungkapan kekhawatiran beberapa pihak di Malaysia bahwa kedatangan BJ Habibie di Selangor dapat menginspirasi perubahan dan reformasi di Malaysia. Ada beberapa poin yang ingin saya sampaikan melalui tulisan ini. Pertama, ada kesan pembiaran dari pemerintah UMNO Malaysia terhadap kasus penghinaan ini. Firasat saya mengatakan bahwa pemerintah terutama UMNO takut dengan inspirasi yang dibawa oleh BJ Habibie terhadap desakan reformasi politik di Malaysia.Kedua, pemerintah Malaysia tidak menunjukkan komitmen untuk memperbaiki kondisi hubungan kedua negara yang semakin memburuk. Hal ini terlihat dari penanganan kasus perkosaan TKI yang dilakukan oleh 3 orang polisi Diraja Malaysia baru-baru ini.

Pemerintah UMNO sepertinya mempunyai kekhawatiran bahwa BJ Habibie akan menginspirasi publik Malaysia untuk menuntut reformasi. Media di Indonesia merasakan hal yang sama juga, seperti yang diberitakan oleh Trans TV.

(more…)

13 December 2012

Pendapat

Pendapat Anda?

Dari Kompasiana

Oleh Zulfikar Akbar

Kasus penghinaan terhadap mantan Presiden Indonesia,  B.J Habibie oleh bekas Menteri Penerangan Malaysia, Zainuddin bin Maidin masih gencar dibahas media. Tak hanya di Indonesia karena dikait-kaitkan dengan harga diri bangsa, tetapi juga di negeri jiran itu sendiri. Atas alasan itu pula, saya mengontak langsung Datuk Anwar via email pribadi yang kebetulan saya miliki—sebagian hasil dari surat-menyurat via elektronik tersebut sudah saya ulas ditulisan sebelumnya.

Persis menjelang tengah malam, pertanyaan-pertanyaan yang saya kirimkan pada Anwar Ibrahim mendapat balasan tambahan. Menyusul, sebelumnya email-email saya kepada eks Wakil Perdana Menteri itu sudah lebih dulu dijawab. Saya mencoba membacanya dengan teliti. Tercenung, berpikir bahwa jika memang kasus ini dianggap serius oleh kalangan pemerintah Indonesia maka surat yang dikirimkan ke saya juga merupakan sesuatu yang tak kalah serius.

Dalam surat-surat balasan itu, Anwar memberikan pernyataannya—saya sesuaibahasakan,  ”Saya menanggapi serangan buruk Zainudin Maidin kepada mantan Presiden Indonesia, Yang Terhormat Bapak BJ Habibie, seperti yang diterbitkan kemarin oleh Utusan Malaysia,” ujarnya sambil menggarisbawahi bahwa media dimaksud merupakan surat kabar milik UMNO.

“Memang, tulisan Zainudin Maidin sangat dangkal. Ia jelas mewakili para elit UMNO yang kerap berprasangka buruk terhadap negara Indonesia. Jika menelusuri latar belakang Zainudin; ia adalah bekas editor surat kabar Utusan Malaysia milik UMNO. Dia juga mantan menteri penerangan. Ia sering menunjuk serampangan dan kerap menuduh siapa saja yang tak sejalan dengan UMNO sebagai ‘pengkhianat’,” demikian isi lebih lanjut dari pernyataan Anwar Ibrahim, masih di email yang sama.

Lebih jauh, tokoh yang menjabat sebagai wakil perdana menteri dari 1993 sampai dengan 1998 itu, menyebutkan pula, Zainudin merupakan satu-satunya menteri yang gagal dalam pemilihan umum lalu. Dari sana, Anwar mensinyalir lewat pernyataannya, “Bisa dipahami, bahwa motifnya adalah perasaan tak menerima sekaligus dendam sehingga melakukan serangan separah ini,” begitu ditegaskan sosok yang pernah juga menjadi tokoh penting UMNO dari 1982-1998 itu.

Namun, dikatakan pula oleh Datuk Anwar Ibrahim, “Idealnya, sikap Zainudin tidak perlu dilayani, pasalnya ia sama sekali tidak mewakili masyarakat Malaysia. Zainudin adalah sosok arogan dan rasis. Sikapnya itu pula yang merupakan salah satu penyebab tercetusnya krisis bilateral antara Malaysia-Indonesia,” ujarnya menambahkan.

***

Kepada saya, Anwar juga mengirimkan pernyataan-pernyataan dari YB Mohamed Azmin. Sosok yang disebut terakhir ini merupakan Wakil Presiden Partai Keadilan Rakyat. Di sana, Mohamed Azmin menyebutkan, “Persaudaraan antara Indonesia dan Malaysia berlandaskan kepada ikatan persaudaraan serumpun yang akrab dari sudut budaya dan bahkan agama. Hubungan kedua negara ini adalah manifestasi dari sikap saling hormat-menghormati. Juga, kesadaran bahwa kita punya akar budaya yang mengikat antar satu sama lain di samping faktor ekonomi,” tokoh partai ternama Malaysia  itu membuka pengantar suratnya.

Sosok yang pernah menimba ilmu non-degree dari Oxford University 1997 itu juga menyebut, ia tak heran dengan agitasi dari Zainudin Maidin terhadap mantan presiden Indonesia, B.J Habibie dan Datuk Seri Anwar Ibrahim. Menurutnya, itu tidak lepas dari kebesaran nama Zainudin yang diangkat oleh Utusan Malaysia. Harian tersebut, menurutnya, tak lebih sebagai media picisan yang mencoba memengaruhi pikiran rakyat dengan cara intelek, tapi kerap mengumbar fitnah.

“Tidak keliru kalau kami menyebut bahwa Zainudin Maidin sedang mengidap Sklerosis Intelek yang kronis, seperti halnya pimpinan UMNO lainnya,” Mohamed memberikan kecaman kerasnya, sambil juga menambahkan, “Pernyataan-pernyataannya itu adalah budaya yang dipandang lazim di kalangan UMNO. Mereka tidak segan-segan menyerang pribadi dan menabur fitnah tanpa tanggung-tanggung. Lebih memalukan lagi, Zainudin Maidin memperlihatkan prasangka busuk pimpinan UMNO terhadap negara Indonesia.”

Atas alasan itu, wakil presiden partai tersebut menegaskan lagi, “Partai Keadilan Rakyat mengecam keras pernyataan Zainudin Maidin yang kian mempersulit hubungan Malaysia dengan Indonesia,” demikian paparnya.

Memuji Habibie

Di surat elektronik lainnya yang dikirimkan langsung ke alamat email pribadi saya, Mohamed Azmin Ali juga memberikan pujian kepada B.J Habibie. Menurutnya, Habibie merupakan seorang reformis dan intelektual bangsa. Dikatakannya pula, mantan presiden tersebut juga merupakan sosok yang membawa negara ke sebuah sistem yang demokratik dengan memerdekakan rakyat dari belenggu pemikiran dan hegemoni yang sempit.

“(Bagi saya) Habibie merupakan seorang negarawan. Beliau juga seorang yang peduli rakyat dan memiliki semangat solidaritas yang luhur. Saya sudah melihat langsung seperti apa Bapak B.J Habibie dan isterinya, Alm. Ibu Ainun begitu prihatin saat Datuk Seri Anwar menjalani perawatan di Munich, Jerman pada tahun 2004. Ini cukup memperjelas, betapa akrab hubungan kedua tokoh tersebut. Itu bertujuan juga untuk memperkokoh hubungan Malaysia dan Indonesia,” ia menandaskan.

13 December 2012

Pendapat

Pendapat Anda?

Switch to our mobile site