Zainuddin Maidin, ‘Musang Tua’ Tak Beradab

17 December 2012

Pendapat

Pendapat Anda?

Jakarta | Jum’at, 14 Dec 2012

Dari Harian Jurnal Nasional, koran Partai Demokrat
Oleh N. Syamsuddin CH. Haesy

HARI-hari yang menyesakkan. Sejak hari Senin (10/12) sejumlah kalangan bertanya kepada saya tentang Tan Sri Zainuddin Maidin (Zam), bekas Menteri Penerangan Malaysia dalam kabinet Abdullah Achmad Badawi (Pak Lah). Pasalnya, pada hari itu, lelaki berjuluk ‘Dato‘ Mamak‘ ‘“ untuk menegaskan dirinya sebagai orang melayu berdarah Pakistan ‘“ menulis artikel di koran Utusan Malaysia, yang membuat kita sangat marah.

Artikelnya bertajuk “Persamaan BJ Habibie dengan Anwar Ibrahim,‘ berisi penistaan keji kepada Pak Habibie, mantan Presiden BJ Habibie. Serangan keji dan tak tahu adab, itu tak boleh dibiarkan.

Saya mengenal Zainuddin Maidin, sejak Maret 2008. Kala itu, sebagai Menteri Penerangan, dia bertarung dengan Dato‘ Johari Abdul (dari Partai Keadilan Rakyat, pimpinan Anwar Ibrahim) dalam Pilihan Raya Umum (Pemilihan Umum). Pertarungan di daerah pemilihan Sungai Petani ‘“ Kedah, itu dimenangkan Dato‘ Johari. Rakyat di sana tak memilihnya. Padahal, pada dua malam menjelang pemungutan suara, Zam dengan pongah, meyakinkan, bahwa rakyat Sungai Petani akan memilihnya. Ternyata dia teruk.

Dari Sungai Petani saya menulis untuk koran ini (Jurnal Nasional, 12/3/2008), menggambarkan indikator kekalahannya. Ketika itu, saya melihat, bagaimana ia tak diorangi oleh rakyat Sungai Petani. Di ‘bilik gerakan‘ — semacam Posko Barisan Nasional ‘“ Taman Nilam, rakyat cuek dengan kampanye dialogis yang dilakukannya. Berbeda dengan ‘bilik gerakan‘ PKR.

Seorang sahabat — pemimpin grup media multi format milik swasta terbesar di Malaysia –, tak habis pikir, mantan Presiden Kesatuan Wartawan Kebangsaan Malaysia, itu bersikap tolol semacam itu. Zam seperti ‘musang tua tak tahu adab.‘

Saya bertanya-tanya: adakah wartawan lulusan Institute of Journalism di Berlin, Jerman (1969) yang pernah menjadi wartawan BBC seksi Melayu di London, itu sedang depresi berat? Sama sekali tak bisa dipahami oleh akal sehat.

Kalaupun Zam tak suka Pak Habibie membantu Anwar Ibrahim yang terus tersudutkan di negerinya, haruskah dia bersikap sebodoh itu? Apa salahnya Prof. Habibie memenuhi undangan Anwar Ibrahim, yang secara sah merupakan anggota parlemen Malaysia? Apa hal yang tiba-tiba membuatnya menjadi kehilangan dirinya?

Kepada sejumlah kalangan di Malaysia, tindakan Zam menista mantan Presiden Republik Indonesia adalah tindakan yang membuat hubungan kedua negara kini dan ke depan, terjejas (rusak). Alasan Zam menulis artikel itu, bertujuan agar Pak Habibie tidak bersekutu dengan Anwar Ibrahim yang dipandangnya ‘tak punya marwah,” adalah alasan pandir. Alasan itu menunjukkan Zam sebagai politisi ‘lencong‘ dan ‘lancung‘ yang tak pantas berada di UMNO.

Sejumlah wartawan senior Malaysia pun marah kepada Zam dan Datuk Abdul Aziz Ishak ‘“ Pemimpin Redaksi Kelompok penerbitan Utusan karena membiarkan tulisan Zam yang buruk itu diterbitkan. Keduanya telah menodai asas-asas akhlak yang selama ini diusung oleh Utusan Malaysia.

Kita sangat marah kepada Zam, karena banyak hal. Pertama, karena serangan dia kepada Pak Habibie sangat tidak wajar. Kedua, sebagai bekas menteri, mestinya sebagai bekas menteri dia tahu adab, memegang teguh prinsip UMNO dan pers Malaysia: menghormati Kepala Negara dan mantan Kepala Negara jiran. Ketiga, Zam tak punya adab kesopanan, semata-mata hanya karena dia membenci Anwar Ibrahim.

Dampak dari tindakan bebal Zainuddin Maidin, rusaklah upaya Mantan Perdana Menteri Malaysia Dr. Tun Mahathir, Perdana Menteri Malaysia Dato‘ Seri Muhammad Najib Tun Razak, Yang Dipertua Dewan Negara, Tan Sri Abu Zahar Dato‘ Nika Ujang, dan Menteri Penerangan Komunikasi Kebudayaan Malaysia Dr. Dato‘ Seri Utama Rais Yatim. Zam juga sudah menghancurkan persahabatan yang dibangun susah payah oleh para wartawan senior, budayawan, aktivis NGO (lembaga swadaya masyarakat), dan tokoh-tokoh pengusaha.

‘Musang tua‘ tak beradab, itu telah membakar rasa persaudaraan kedua negara, hanya karena dia depresi? Itu bukan alasan. Urusan kita adalah memelihara hubungan baik kedua negara yang terus menerus diupayakan oleh kalangan berakal sehat dan beradab.

Kita mendesak, PM Malaysia Dato‘ Seri Muhammad Najib Tun Razak, selaku Presiden UMNO (United Malays National Organization) memberi punishment kepadanya sebagai anggota. Alasannya: Zainuddin Maidin, ‘musang tua tak tahu adab‘ itu telah merusak hubungan ‘dua hala‘ (timbal balik) kedua negara. Kita berharap pula, pertemuan pemimpin pemerintahan kedua negara, pekan depan, mengobati luka yang ditorehkan Zam !

Pendapat Anda

Switch to our mobile site