Perihal persidangan “Common Word” disentuh sabelum ini dan inshaallah akan saya kupas lagi lantaran keistimewaan ikhtiar jalinan kerjasama Muslim-Kristian.
Yang ingin disentuh kini ialah dua pertemuan khusus dengan sarjana terkemuka Profesor Seyyed Hossein Nasr dari Universiti George Washington.
Beliau menyerahkan naskah ucapan di persidangan tersebut berjudul – A Common Word Initiative: Theoria and Praxis. Tetapi di sepanjang perjalanan pulang, selesai mambaca International Herald Tribune, Financial Times, Economist dan beberapa lapuran mengenai Pakistan dan Afghanistan, saya terus menelaah buku tebal hadiah dari Profesor Seyyed Hossein Nasr berjudul – The Sage Learning of Liu Zhi: Islamic Thought in Confucian Terms, karya Sachiko Murata, William C. Chittick dan Tu Weiming.
Maka berenanglah kami dengan alunan hujah mengenai syari’ah, tariqah dan ma’rifah – berbanding dengan dao dan jiao; mengupas karya Liu Zhi and the Han Kitab serta karya alim China yang ulung mengenai Nabi Muhammad SAW, iaitu Tianfang Zhisheng Shilu!
Saya kira demikian persiapan terbaik menghadapi hiruk-pikuk dan kegilaan politik di Bagan Pinang.
ANWAR IBRAHIM









Jazakallah Dato Sri
You have been sharing a lot about your thoughts on Islam and Human Beings inter-relationship which is great but i also noticed that there is lacking in sharing on your thinking in economy development which i think it is equally important for society development towards achieving spiritual and physical oneness
last not least, i also read about DAP alternative budget in the news. Why only DAP? Shouldn’t it be 1 PR Budget this will be more convincing that PR is ready with Federal role. To me coming solely from DAP creates doubt that PR is not ready.
regards
Observer
Reply
Kita harus memikirkan kemajuan ummah keseluruhannya..
Reply
I agree with observer, we need your insights on the matter.
Reply