<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Hubungan Malaysia - Indonesia</title>
	<atom:link href="http://anwaribrahimblog.com/2007/10/31/hubungan-malaysia-indonesia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://anwaribrahimblog.com/2007/10/31/hubungan-malaysia-indonesia/</link>
	<description></description>
	<pubDate>Tue, 02 Dec 2008 15:57:57 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6</generator>
		<item>
		<title>By: Ukas Danaria</title>
		<link>http://anwaribrahimblog.com/2007/10/31/hubungan-malaysia-indonesia/#comment-121281</link>
		<dc:creator>Ukas Danaria</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Aug 2008 14:17:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anwaribrahimblog.com/2007/10/31/hubungan-malaysia-indonesia/#comment-121281</guid>
		<description>Tapi sudahlah. itu sedikit rasa nasionalisme saya sebagai satu bangsa... sekarang kenapa kita mesti berpikiran sempit.... mari kita cari persamaan . bukan perbedaan. bahasa kita sama, agama kita sama. kenapa mesti ribut. saya yakin kalau kita (Indonesia-malaysia) bersatu.. maka kita akan menjadi negara muslim yang hebat. kita terpecah belah karena kafir ingris dan kafir belanda.. ayolah jangan jadi bangsa yang bodoh. kita bertengkar   mereka tertawa....hahahaha...., apa yang kita ributkan sama persis bagai kara berebut tempurung....hmm.. kasihan......mari satu sama lain, malaysia -Indonesia saling memahami, saling mengerti dan saling menghormati jangan kaena jadi NKB (Negara Kaya Baru) kalaian jadi sombong dan angkuh. untuk Indonesia jangan karena luasnya wilayah dan besarnya pendududk kita jadi tak sadar..... bersatulah.kita pasti bisa....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tapi sudahlah. itu sedikit rasa nasionalisme saya sebagai satu bangsa&#8230; sekarang kenapa kita mesti berpikiran sempit&#8230;. mari kita cari persamaan . bukan perbedaan. bahasa kita sama, agama kita sama. kenapa mesti ribut. saya yakin kalau kita (Indonesia-malaysia) bersatu.. maka kita akan menjadi negara muslim yang hebat. kita terpecah belah karena kafir ingris dan kafir belanda.. ayolah jangan jadi bangsa yang bodoh. kita bertengkar   mereka tertawa&#8230;.hahahaha&#8230;., apa yang kita ributkan sama persis bagai kara berebut tempurung&#8230;.hmm.. kasihan&#8230;&#8230;mari satu sama lain, malaysia -Indonesia saling memahami, saling mengerti dan saling menghormati jangan kaena jadi NKB (Negara Kaya Baru) kalaian jadi sombong dan angkuh. untuk Indonesia jangan karena luasnya wilayah dan besarnya pendududk kita jadi tak sadar&#8230;.. bersatulah.kita pasti bisa&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ukas Danaria</title>
		<link>http://anwaribrahimblog.com/2007/10/31/hubungan-malaysia-indonesia/#comment-121264</link>
		<dc:creator>Ukas Danaria</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Aug 2008 14:06:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anwaribrahimblog.com/2007/10/31/hubungan-malaysia-indonesia/#comment-121264</guid>
		<description>assalamualaikum....
terimakasih kalau boleh saya berpendapat dalam forum ini. mengenai hubungan kedua negara yang retak akhir-akhir ini sebenarnya bermula dari mana?? dari pihak malaysia kah atau dari pihak Indonesia??? perlu anda-anda ketahuai bahwa konsep melayu seperti yang anda ungkapkan tak kami kenal ( benar adanya begitu} seperti saya... adalah orang suku Sunda (west Java) dan jelas saya tak merasa sebagai ras melayu karena bahasa ibu saya adalah bahasa sunda. Kami hanya tahu ras /suku melayu adalah meliputi wilayah seluruh sumatera. anggapan tersebut berdasarkan bahasa dan budaya seperti pakaian, kesenian yang mereka pakai sehari-hari. sedang kan kami....dari segi budaya/ pakaian, adat dan bahasa jauhh dari gambaran melayu. keterangan ini untuk menjawab pernyataan dari saudara " Ali Muhamad "Melayu kita adalah Jawa, Bugis, Banjar, Mandailing,Aceh, Melayu Patani dan lain-lain keturunan termasuk Arab, India dan Pakistan yang berasimilasi dengan Melayu. Bagi orang Indonesia Melayu hanya sekelompok etnik yang berada di Riau atau di Sumatera sahaja."

Indonesia bukan melayu tapi melayu adalah bagian dari Indonesia. Ratusan suku dan ratusan bahasa yang ada di Indonesia. Indonesia adalah Dari "sabang sampai merauke", maaf kalau konsep melayu saya agak berbeda. 
Perlu kalian ketahui bahwa kami (bangsa Indonesia adalah bangsa yang cinta Damai.. tepai kami lebih cinta lagi harga diri bangsa kami. sekali di usik kami rela mati berkalang tanah. Anda boleh bersikap arogan di masa sekarang... tapi ingatlah kejayaan itu pasti ada batasnya. Kami kemabali sedang tertatih setelah berjaya....maka tidak mustahil suatu saat rakyat malaysia akan mencari kerja di iNdonesia..... apa balasan yang paling pantas kami lakukan...../ maslah budaya kami yang kalian claim milik malaysia tidak seberapa besar bermasalah buat kami, tapi harga diri bangsa kami ketika mendengar saudara kami di dera dan disiksa oleh majikan/tuan malaysia...ugh...sangat menyakitkan.. terkhir kausu wasit Karaete..yang dikeroyok polisi diraja malaysia... huh   lebih menyakitkan lagi itu. kok bisa orang terhormat utusan negara dalam forum resmi bisa salah tangkap. saya ingin bertanya bagaimana sih proses pendidikan polis diraja???? sampai salah tangkap begitu????? tanya kenapa??? jadi...... sekali lagi kami tak membenci negara malaysia tapi kami membenci oknum-oknum (rakyat malaysia yang berlaku jahat terhadap warga Indonesia).... saya punya kawan di malaysia juga ....and its ok......no problem gitu lho.......wassalam..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalamualaikum&#8230;.<br />
terimakasih kalau boleh saya berpendapat dalam forum ini. mengenai hubungan kedua negara yang retak akhir-akhir ini sebenarnya bermula dari mana?? dari pihak malaysia kah atau dari pihak Indonesia??? perlu anda-anda ketahuai bahwa konsep melayu seperti yang anda ungkapkan tak kami kenal ( benar adanya begitu} seperti saya&#8230; adalah orang suku Sunda (west Java) dan jelas saya tak merasa sebagai ras melayu karena bahasa ibu saya adalah bahasa sunda. Kami hanya tahu ras /suku melayu adalah meliputi wilayah seluruh sumatera. anggapan tersebut berdasarkan bahasa dan budaya seperti pakaian, kesenian yang mereka pakai sehari-hari. sedang kan kami&#8230;.dari segi budaya/ pakaian, adat dan bahasa jauhh dari gambaran melayu. keterangan ini untuk menjawab pernyataan dari saudara &#8221; Ali Muhamad &#8220;Melayu kita adalah Jawa, Bugis, Banjar, Mandailing,Aceh, Melayu Patani dan lain-lain keturunan termasuk Arab, India dan Pakistan yang berasimilasi dengan Melayu. Bagi orang Indonesia Melayu hanya sekelompok etnik yang berada di Riau atau di Sumatera sahaja.&#8221;</p>
<p>Indonesia bukan melayu tapi melayu adalah bagian dari Indonesia. Ratusan suku dan ratusan bahasa yang ada di Indonesia. Indonesia adalah Dari &#8220;sabang sampai merauke&#8221;, maaf kalau konsep melayu saya agak berbeda.<br />
Perlu kalian ketahui bahwa kami (bangsa Indonesia adalah bangsa yang cinta Damai.. tepai kami lebih cinta lagi harga diri bangsa kami. sekali di usik kami rela mati berkalang tanah. Anda boleh bersikap arogan di masa sekarang&#8230; tapi ingatlah kejayaan itu pasti ada batasnya. Kami kemabali sedang tertatih setelah berjaya&#8230;.maka tidak mustahil suatu saat rakyat malaysia akan mencari kerja di iNdonesia&#8230;.. apa balasan yang paling pantas kami lakukan&#8230;../ maslah budaya kami yang kalian claim milik malaysia tidak seberapa besar bermasalah buat kami, tapi harga diri bangsa kami ketika mendengar saudara kami di dera dan disiksa oleh majikan/tuan malaysia&#8230;ugh&#8230;sangat menyakitkan.. terkhir kausu wasit Karaete..yang dikeroyok polisi diraja malaysia&#8230; huh   lebih menyakitkan lagi itu. kok bisa orang terhormat utusan negara dalam forum resmi bisa salah tangkap. saya ingin bertanya bagaimana sih proses pendidikan polis diraja???? sampai salah tangkap begitu????? tanya kenapa??? jadi&#8230;&#8230; sekali lagi kami tak membenci negara malaysia tapi kami membenci oknum-oknum (rakyat malaysia yang berlaku jahat terhadap warga Indonesia)&#8230;. saya punya kawan di malaysia juga &#8230;.and its ok&#8230;&#8230;no problem gitu lho&#8230;&#8230;.wassalam..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ali Muhamad</title>
		<link>http://anwaribrahimblog.com/2007/10/31/hubungan-malaysia-indonesia/#comment-64296</link>
		<dc:creator>Ali Muhamad</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 Feb 2008 06:32:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anwaribrahimblog.com/2007/10/31/hubungan-malaysia-indonesia/#comment-64296</guid>
		<description>Datuk Seri, Kalau bincang  panjang2 orang Indonesia tidak boleh terima hakikat bahawa Melayu di Malaysia lebih luas. Melayu kita adalah Jawa, Bugis, Banjar, Mandailing,Aceh, Melayu Patani dan lain-lain keturunan termasuk Arab, India dan Pakistan yang berasimilasi dengan Melayu. Bagi orang Indonesia Melayu hanya sekelompok etnik yang berada di Riau atau di Sumatera sahaja. Memang mereka tidak faham konsep Melayu  kita.  Mereka ingat saudara orang Melayu Malaysia kita hanya terdapat di Riau atau Sementara saja. Kita bersatu atas lambang Melayu sebab kita serumpun. Dari generasi ke generasi kita mengaku kita sebagai Melayu dengan sukarela. Hanya generasi baru jawa atau Bugis terutama  di Sabah saja yang tidak tulis indentiti mereka sebagai Melayu tetapi percampuran dengan bangsa rumpun Melayu lain ok juga malah ada orang Jawa dab Bugis sABAH  yang jadi ahli UMNO dan melalak di Parlimen Malaysia.

Datuk Seri,
Saya rasa sedih dengan sikap orang-orang Indonesia yang buta sejarah atau lupa SEJARAH. Mungkin mereka tahu tetapi buat2 lupa kerana kemarahan.  Kita susah mahu lupa mereka sebab sebahagian besar kita adalah berasal dari seberang.  Bahasa Jawa, Bugis dan Minang tetap utuh walaupun mereka sudah jadi Melayu. Masakan Jawa, Bugis , Minang dan lain-lain masakan  dengan  cita rasa istimewa masih dimasak dan di hidang pada keluarga  dan tersebar kepada Melayu yang lain. Sedih bila budaya yang kita warisi dari nenek moyang di anggap sebagai tiruan dan ciplak

Wassalam Datuk Seri</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Datuk Seri, Kalau bincang  panjang2 orang Indonesia tidak boleh terima hakikat bahawa Melayu di Malaysia lebih luas. Melayu kita adalah Jawa, Bugis, Banjar, Mandailing,Aceh, Melayu Patani dan lain-lain keturunan termasuk Arab, India dan Pakistan yang berasimilasi dengan Melayu. Bagi orang Indonesia Melayu hanya sekelompok etnik yang berada di Riau atau di Sumatera sahaja. Memang mereka tidak faham konsep Melayu  kita.  Mereka ingat saudara orang Melayu Malaysia kita hanya terdapat di Riau atau Sementara saja. Kita bersatu atas lambang Melayu sebab kita serumpun. Dari generasi ke generasi kita mengaku kita sebagai Melayu dengan sukarela. Hanya generasi baru jawa atau Bugis terutama  di Sabah saja yang tidak tulis indentiti mereka sebagai Melayu tetapi percampuran dengan bangsa rumpun Melayu lain ok juga malah ada orang Jawa dab Bugis sABAH  yang jadi ahli UMNO dan melalak di Parlimen Malaysia.</p>
<p>Datuk Seri,<br />
Saya rasa sedih dengan sikap orang-orang Indonesia yang buta sejarah atau lupa SEJARAH. Mungkin mereka tahu tetapi buat2 lupa kerana kemarahan.  Kita susah mahu lupa mereka sebab sebahagian besar kita adalah berasal dari seberang.  Bahasa Jawa, Bugis dan Minang tetap utuh walaupun mereka sudah jadi Melayu. Masakan Jawa, Bugis , Minang dan lain-lain masakan  dengan  cita rasa istimewa masih dimasak dan di hidang pada keluarga  dan tersebar kepada Melayu yang lain. Sedih bila budaya yang kita warisi dari nenek moyang di anggap sebagai tiruan dan ciplak</p>
<p>Wassalam Datuk Seri</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Lynxluna</title>
		<link>http://anwaribrahimblog.com/2007/10/31/hubungan-malaysia-indonesia/#comment-64243</link>
		<dc:creator>Lynxluna</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Feb 2008 17:56:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anwaribrahimblog.com/2007/10/31/hubungan-malaysia-indonesia/#comment-64243</guid>
		<description>&lt;blockquote&gt;


Datuk seri, terimalah hakikat yang rakyat kedua2 negara ini tidak akn berbaik!

cuba datuk seri lihat sendiri, mereka datang ke negara ini, carik makan, berkerja, dengan senang lenang kaut duit negara keluar, kita tak kacau pun. tetapi cuba la rakyat malaysia pergi kesana dan berniaga cendol di tepi jalan pun cukup lah, kalau tak kena penggal kepala.

rakyat indonesia melampau. sudah diberi tempat di sini, merusuh pula tu. baru2 ini banyak profile di friendster berasal dari indonesia memburukkan nama malaysia dan kutuk mengutuk. penat saya melaporkan pada webmaster dan syukurlah friendster telah pun menutup friendster2 mereka.

konon la, susilo bambang datang nak mengeratkan hubungan. huh. sungguh lucu sedangkan berjuta2 rakyat indonesia di sana sekarang sedang mengutuk kita! amat sedih, saya selalu bayangkan malaysia dan indonesia dapat jadi seperti AS dan britain, berkongsi budaya, bahasa dan kepercayaan. tetapi lain pula yang berlaku.

maaflah kalau kenyataan saya ini menyinggung perasaan sesetengah pihak tetapi saya sudah tidak tahan lagi bila nama negara saya yang tercinta ini di caci, dihina, diANJINGkan oleh sebuah tamadun lain yang tak sedar diri, menumpang dan mencari rezeki di negara orang!
&lt;/blockquote&gt;

I also ``dreaming'' that Malaysia Indonesia Singapore and Brunei which share some (NOT ALL) similar (note: NOT SAME) language and culture. But If your heart is hurt because your nation being humiliated, and called as DOG by some (NOT ALL) Indonesian &lt;b&gt;People&lt;/b&gt;. But my heart is really-really hurt when my culture (angklung, reog, batik, rasa sayange, or whatever) used by Malaysia &lt;b&gt;government&lt;/b&gt; as country identity.

Although I speak Bahasa Indonesia well, but I don't admit we're ``serumpun''. Malaysia people (esp. Melayu) just ``serumpun'' with Sumatra people. Malaysia people not really ``serumpun'' with Javanese or Sundanese which language and culture is TOTALLY different. Malaysia people not really ``serumpun'' with Papua which language, culture, race, and skin is TOTALLY different.

Just admit, we are different. Melayu is Malaysia culture identity, but Melayu IS just a LITTLE PART Indonesia identity.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<p>Datuk seri, terimalah hakikat yang rakyat kedua2 negara ini tidak akn berbaik!</p>
<p>cuba datuk seri lihat sendiri, mereka datang ke negara ini, carik makan, berkerja, dengan senang lenang kaut duit negara keluar, kita tak kacau pun. tetapi cuba la rakyat malaysia pergi kesana dan berniaga cendol di tepi jalan pun cukup lah, kalau tak kena penggal kepala.</p>
<p>rakyat indonesia melampau. sudah diberi tempat di sini, merusuh pula tu. baru2 ini banyak profile di friendster berasal dari indonesia memburukkan nama malaysia dan kutuk mengutuk. penat saya melaporkan pada webmaster dan syukurlah friendster telah pun menutup friendster2 mereka.</p>
<p>konon la, susilo bambang datang nak mengeratkan hubungan. huh. sungguh lucu sedangkan berjuta2 rakyat indonesia di sana sekarang sedang mengutuk kita! amat sedih, saya selalu bayangkan malaysia dan indonesia dapat jadi seperti AS dan britain, berkongsi budaya, bahasa dan kepercayaan. tetapi lain pula yang berlaku.</p>
<p>maaflah kalau kenyataan saya ini menyinggung perasaan sesetengah pihak tetapi saya sudah tidak tahan lagi bila nama negara saya yang tercinta ini di caci, dihina, diANJINGkan oleh sebuah tamadun lain yang tak sedar diri, menumpang dan mencari rezeki di negara orang!
</p></blockquote>
<p>I also &#8220;dreaming&#8221; that Malaysia Indonesia Singapore and Brunei which share some (NOT ALL) similar (note: NOT SAME) language and culture. But If your heart is hurt because your nation being humiliated, and called as DOG by some (NOT ALL) Indonesian <b>People</b>. But my heart is really-really hurt when my culture (angklung, reog, batik, rasa sayange, or whatever) used by Malaysia <b>government</b> as country identity.</p>
<p>Although I speak Bahasa Indonesia well, but I don&#8217;t admit we&#8217;re &#8220;serumpun&#8221;. Malaysia people (esp. Melayu) just &#8220;serumpun&#8221; with Sumatra people. Malaysia people not really &#8220;serumpun&#8221; with Javanese or Sundanese which language and culture is TOTALLY different. Malaysia people not really &#8220;serumpun&#8221; with Papua which language, culture, race, and skin is TOTALLY different.</p>
<p>Just admit, we are different. Melayu is Malaysia culture identity, but Melayu IS just a LITTLE PART Indonesia identity.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Dr.Siddiq Dato' Azani</title>
		<link>http://anwaribrahimblog.com/2007/10/31/hubungan-malaysia-indonesia/#comment-54826</link>
		<dc:creator>Dr.Siddiq Dato' Azani</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Jan 2008 03:55:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anwaribrahimblog.com/2007/10/31/hubungan-malaysia-indonesia/#comment-54826</guid>
		<description>Datuk seri, terimalah hakikat yang rakyat kedua2 negara ini tidak akn berbaik!

cuba datuk seri lihat sendiri, mereka datang ke negara ini, carik makan, berkerja, dengan senang lenang kaut duit negara keluar, kita tak kacau pun. tetapi cuba la rakyat malaysia pergi kesana dan berniaga cendol di tepi jalan pun cukup lah, kalau tak kena penggal kepala.

rakyat indonesia melampau. sudah diberi tempat di sini, merusuh pula tu. baru2 ini banyak profile di friendster berasal dari indonesia memburukkan nama malaysia dan kutuk mengutuk. penat saya melaporkan pada webmaster dan syukurlah friendster telah pun menutup friendster2 mereka.

konon la, susilo bambang datang nak mengeratkan hubungan. huh. sungguh lucu sedangkan berjuta2 rakyat indonesia di sana sekarang sedang mengutuk kita! amat sedih, saya selalu bayangkan malaysia dan indonesia dapat jadi seperti AS dan britain, berkongsi budaya, bahasa dan kepercayaan. tetapi lain pula yang berlaku.

maaflah kalau kenyataan saya ini menyinggung perasaan sesetengah pihak tetapi saya sudah tidak tahan lagi bila nama negara saya yang tercinta ini di caci, dihina, diANJINGkan oleh sebuah tamadun lain yang tak sedar diri, menumpang dan mencari rezeki di negara orang!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Datuk seri, terimalah hakikat yang rakyat kedua2 negara ini tidak akn berbaik!</p>
<p>cuba datuk seri lihat sendiri, mereka datang ke negara ini, carik makan, berkerja, dengan senang lenang kaut duit negara keluar, kita tak kacau pun. tetapi cuba la rakyat malaysia pergi kesana dan berniaga cendol di tepi jalan pun cukup lah, kalau tak kena penggal kepala.</p>
<p>rakyat indonesia melampau. sudah diberi tempat di sini, merusuh pula tu. baru2 ini banyak profile di friendster berasal dari indonesia memburukkan nama malaysia dan kutuk mengutuk. penat saya melaporkan pada webmaster dan syukurlah friendster telah pun menutup friendster2 mereka.</p>
<p>konon la, susilo bambang datang nak mengeratkan hubungan. huh. sungguh lucu sedangkan berjuta2 rakyat indonesia di sana sekarang sedang mengutuk kita! amat sedih, saya selalu bayangkan malaysia dan indonesia dapat jadi seperti AS dan britain, berkongsi budaya, bahasa dan kepercayaan. tetapi lain pula yang berlaku.</p>
<p>maaflah kalau kenyataan saya ini menyinggung perasaan sesetengah pihak tetapi saya sudah tidak tahan lagi bila nama negara saya yang tercinta ini di caci, dihina, diANJINGkan oleh sebuah tamadun lain yang tak sedar diri, menumpang dan mencari rezeki di negara orang!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: muuahhh</title>
		<link>http://anwaribrahimblog.com/2007/10/31/hubungan-malaysia-indonesia/#comment-46686</link>
		<dc:creator>muuahhh</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Dec 2007 10:03:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anwaribrahimblog.com/2007/10/31/hubungan-malaysia-indonesia/#comment-46686</guid>
		<description>Kebanjiran pendatang ya,
gimana kalau semua pendatang dibalikin aja semua, semua lo...

Bukannya terima kasih ada yang bantu malah nolak...

Perasaan malaysia ga jauh lebih besar deh dari sumatera...

Bodo' ach... yang penting jangan claim budaya aja deh... jangan ngaku-ngaku... OK</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kebanjiran pendatang ya,<br />
gimana kalau semua pendatang dibalikin aja semua, semua lo&#8230;</p>
<p>Bukannya terima kasih ada yang bantu malah nolak&#8230;</p>
<p>Perasaan malaysia ga jauh lebih besar deh dari sumatera&#8230;</p>
<p>Bodo&#8217; ach&#8230; yang penting jangan claim budaya aja deh&#8230; jangan ngaku-ngaku&#8230; OK</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dhani</title>
		<link>http://anwaribrahimblog.com/2007/10/31/hubungan-malaysia-indonesia/#comment-29998</link>
		<dc:creator>dhani</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 11 Nov 2007 16:09:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anwaribrahimblog.com/2007/10/31/hubungan-malaysia-indonesia/#comment-29998</guid>
		<description>sebelumnya aaya sangat bertrimakasih pada anda sebagai politikus dari malaysia yg sudah berkunjung ke indonesia, bahkan saya melihat wawancara anda dengan metrotv beberapa waktu lalu, anda begitu tenggelam dengansegala tuduhan dan fitnah yg dilakukan oleh oknum tertentu yg sangat tidak ingin anda memegang kekuasaan di negeri anda. namun saya memberikan apresiasi dan penghargaan saya terhadap anda yg dapat melihat secara jernih permasalahan indonesia malaysia saat ini yg semakin tidak harmonis, mungkin kedua belah pihak harus berintrospeksi diri, dan jgn saling menghujat dan angkuh satu sama lain, namun saya pun amat menyesalkan banyaknya budaya dan alat seni indonesia yg secara sepihak telah dipatenkan dan diakui sebagai budaya anda. alangkah baiknya kita berdiri menatap langit dan sadar akan apa yg negeri anda miliki. mungkin kita mengerti negara anda lenih maju dalam hal ekonomi. namun bukan berarti negara anda dapat memperlakukan sahabat terdekat anda yang sedang sakit di tikam pula oleh anda dari belakang. saya berharap untuk kedepannya pemerintahan anda melakukan pemikiran yg matang untuk mengakui suatu budaya atau alat musik negara lain. silahkan anda melakukan promosi wisata besar-besaran namun banggalah dan promosikanlah budaya negeri anda yg memang benar-benar asli budaya anda. kami di indonesia membutuhkan anda, entah anda membutuhkan kami atau hanya menganggap sampah yg patut di curi segalanya. kedepannya diharapkan kita sebagai bangsa melayu dan muslim dapat bersatu dan saling menghargai satu sama lain. mohon maaf apabila terdapat ucapan saya yg tidak berkenan. ini hanya opini pribadi saya. trimakasih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sebelumnya aaya sangat bertrimakasih pada anda sebagai politikus dari malaysia yg sudah berkunjung ke indonesia, bahkan saya melihat wawancara anda dengan metrotv beberapa waktu lalu, anda begitu tenggelam dengansegala tuduhan dan fitnah yg dilakukan oleh oknum tertentu yg sangat tidak ingin anda memegang kekuasaan di negeri anda. namun saya memberikan apresiasi dan penghargaan saya terhadap anda yg dapat melihat secara jernih permasalahan indonesia malaysia saat ini yg semakin tidak harmonis, mungkin kedua belah pihak harus berintrospeksi diri, dan jgn saling menghujat dan angkuh satu sama lain, namun saya pun amat menyesalkan banyaknya budaya dan alat seni indonesia yg secara sepihak telah dipatenkan dan diakui sebagai budaya anda. alangkah baiknya kita berdiri menatap langit dan sadar akan apa yg negeri anda miliki. mungkin kita mengerti negara anda lenih maju dalam hal ekonomi. namun bukan berarti negara anda dapat memperlakukan sahabat terdekat anda yang sedang sakit di tikam pula oleh anda dari belakang. saya berharap untuk kedepannya pemerintahan anda melakukan pemikiran yg matang untuk mengakui suatu budaya atau alat musik negara lain. silahkan anda melakukan promosi wisata besar-besaran namun banggalah dan promosikanlah budaya negeri anda yg memang benar-benar asli budaya anda. kami di indonesia membutuhkan anda, entah anda membutuhkan kami atau hanya menganggap sampah yg patut di curi segalanya. kedepannya diharapkan kita sebagai bangsa melayu dan muslim dapat bersatu dan saling menghargai satu sama lain. mohon maaf apabila terdapat ucapan saya yg tidak berkenan. ini hanya opini pribadi saya. trimakasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: atique</title>
		<link>http://anwaribrahimblog.com/2007/10/31/hubungan-malaysia-indonesia/#comment-26274</link>
		<dc:creator>atique</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 Nov 2007 05:39:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anwaribrahimblog.com/2007/10/31/hubungan-malaysia-indonesia/#comment-26274</guid>
		<description>Allah menciptakan manusia bersuku-suku dan berbangsa-bangsa adalah untuk saling 
kenal-mengenal, untuk saling 'fastabikul khairaat', ta'awun (saling tolong-menolong),
saling ingat-mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran.
Tauladan mulai dari Al-Qur'an ini hendaknya menjadi panduan kita dalam kehidupan. 
Demikian pula dalam menjalani hidup sebagai dua negara yang bersaudara. Catatan sejarah
yang telah ada hendaknya jadi pelajaran berharga.
Bila tauladan Al-Quran tersebut ditegakkan dan diterapkan, insya Allah Indonesia dan Malaysia
akan menjadi dua negara muslim kuat di asia yang berpengaruh.
Marilah,...saudara-saudaraku seiman,..yang muslim-mukmin,..tegakkanlah persaudaraan ini karena
Allah saja. Keikhlasanlah yang menjiwainya. Bukan barometer kemakmuran ekonomi semata dan arogansi
politik dan kekuasaan saja.
Kembalilah kepada didikan Al-Qur'an yang mahamulia dalam menjalin persaudaraan ini.
Semoga berhikmah.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Allah menciptakan manusia bersuku-suku dan berbangsa-bangsa adalah untuk saling<br />
kenal-mengenal, untuk saling &#8216;fastabikul khairaat&#8217;, ta&#8217;awun (saling tolong-menolong),<br />
saling ingat-mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran.<br />
Tauladan mulai dari Al-Qur&#8217;an ini hendaknya menjadi panduan kita dalam kehidupan.<br />
Demikian pula dalam menjalani hidup sebagai dua negara yang bersaudara. Catatan sejarah<br />
yang telah ada hendaknya jadi pelajaran berharga.<br />
Bila tauladan Al-Quran tersebut ditegakkan dan diterapkan, insya Allah Indonesia dan Malaysia<br />
akan menjadi dua negara muslim kuat di asia yang berpengaruh.<br />
Marilah,&#8230;saudara-saudaraku seiman,..yang muslim-mukmin,..tegakkanlah persaudaraan ini karena<br />
Allah saja. Keikhlasanlah yang menjiwainya. Bukan barometer kemakmuran ekonomi semata dan arogansi<br />
politik dan kekuasaan saja.<br />
Kembalilah kepada didikan Al-Qur&#8217;an yang mahamulia dalam menjalin persaudaraan ini.<br />
Semoga berhikmah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
