waliwibowo memberi respon:
Nampaknya saudara sekarang tersangat aktif dengan gagasan Demokrasi, HAM, dan Pluralisme setelah terkeluarnya saudara dari tim kepimpinan pemerintah. Jarang benar sekali sekarang saudara menyebut nama2 saperti al-Bana, Syed Qutub, Maududi dan sealirannya sapertimana yg gah semasa di ABIM dulu.
Perjalanan perjuangan saudara saperti bersimpang siur.
Saudara dilihat saperti seorang oportunis dengan mengambil pendekatan popular semasa. Pada awalnya saudara mirip ke IM, kemudian lompat ke tim pemerintah, dan kini tim oposisi dengan membawa gagasan popular semasa Demokrasi, HAM dan Pluralisme. Selepas ni mau kemana?
Sdr waliwibowo,
Saranan saya di Universiti Georgetown bersama Syed Hussin Nasr dan lain-lain ialah penegasan bahawa sebarang dialog akan hanya bermakna seandainnya semua aliran – ittijahad – dilibatkan. Selama ini gerakan islam dipinggirkan oleh Amerika Syarikat dan sekutu mereka. Gagasan saya jauh berbeda, maka saya tetap mengadakan pertemuan dengan pimpinan Jamaat Islami di Pakistan, meneruskan hubungan dengan pimpinan Ikhwan di Mesir, mengiktiraf hak Hamas di Palestin atau merujuk kepada pandangan ulama saperti Sheikh Yusuf Al Qardhawi dan Sheikh Taha Jabir Al Elwani.
Mungkin sdr hanya menelaah liputan media rasmi milik Umno-BN. Sepanjang Ramadhan, jika sdr teliti muatan dalam blog adalah madrasah ruhiyyah dan penghayatan Al-Quran sebagai “jil qurani yun farid” (meminjam ungkapan Sayyid Qutb).
Dan seperti yang pernah disarankan oleh Hasan Hudhaibi – du’ah la qudhah – berdakwah bukan pantas menghukum. Usaha kita perlulah mengarah kepada penyebaran risalah dengan hikmah.
ANWAR IBRAHIM









adakah islam menentang HAM, membantah pluralisme dan mengharamkan demokrasi?
apakah salah memberi tazkirah dalam bahasa melayu, bukan dalam bahasa arab?
tak kan? kan? kan?
Reply
DS,
Usah lah terguris kerana ungkapan org seumpama waliwibowo begini,kerana bagi mereka seperti ini pemikirannya cukup sempit.Tanpa menyebut Syed Qhutub,Hassan al Bana dan Maududi bagi mereka yg begini seolah -olah perjuangan sudah tidak Islamik lagi.Tanyakan pula apa yg mereka sendiri lakukan setelah kononnya meneladanan tokoh-tokoh tersebut?.Mungkin saja mereka ini sedang bersingkokol atau bersubahat dgn Islam Hadari.Biarlah kita menyebut Shaksperes sekali pun tapi kita menentang kezaliman.Apa pula gunanya kita menyebut al Ghazali dan al Shafie tapi setiap hari kita menggalak,membenar serta melakukan kemungkaran.Saya pernah berbicara dgn org sepeti ini,dan dia memang mengaku kenalan rapat DS satu ketika dulu dan kononya masih di hati DS,namun saya dapati corak pemikirannya bukan utk generasi kini,jauh ketinggalan ketahun 70an dahulu.
Reply
SALAM PERJUANGAN…WALAU APA CARA SEKALIPUN YANG DIPERJUANGKAN MATLAMATNYA TETAP TIDAK BERSIMPANG DARI APA YANG DIINGINKAN,STRATEGI ATAU GERAKAN YANG TEBARKAN SEHARUSNYA BIJAK MENJURUS KEPADA ARUS ALIRAN MASA DAN ZAMAN AGAR KECENDERUNGAN GENERASI TIDAK TERHAKIS NAMUN PERLU DIINGATKAN IANYA MASIH BERPEGANG KEPADA LUNAS2 YANG MASIH TERPAHAT DARI ZAMAN LAMPAU YANG SENTIASA MENCARI SERTA MEMINTA PANDANGAN DARI ULAMAK2 YANG TERDAHULU AGAR PERJUANGAN TETAP UTUH DENGAN SEMANGAT SERTA KEYAKINAN…MUNGKIN PENDEKATAN KINI BERBEZA NAMUN KITA HARUS BIJAK UNTUK TIDAK MENGECILKAN RUANG PEMIKIRAN AGAR SEGALA TINDAKAN TIDAK MENAMPAKAN KEJAHILAN DAN KEBODOHAN YANG SEHARUSNYA TELAH LAMA LENYAP DALAM MINDA KITA…WALAU APA SEKALI PUN, PANDANGAN PEMERHATI TIDAK SEHARUSNYA SAMA DAN MUNGKIN MENGANDUNGI BERBAGAI2 KEMUNGKINAN YANG KITA TIDAK PASTI,SEHARUSNYA KITA PASTI TELAH BERSEDIA DENGAN APA JUA PANDANGAN DAN PERSOALAN DARI PEMERHATI2 YANG MASIH TAK KERUAN JIHADNYA YANG TAK PASTI APA KELOMPOKNYA YANG SERING MERAGUI DAN MENCURIGAI PERJUANGAN KITA..POKOKNYA MEREKA SEHARUSNYA MENCURIGAI PADA DIRI MEREKA SENDIRI..MUNGKIN MEREKA MASIH DALAM LAMUNAN HINGGA LUPA SEGALA PERLAKUAN DISEKELILING MEREKA..ATAU MEREKA SAMA SEPERTI KELOMPOK2 YANG TAK PERLU AMBIL TAHU TENTANG PERKEMBANGAN SEMASA NEGARA,YANG HANYA MEMENTINGKAN DIRI,HARTA DAN KELUARGA SENDIRI..LANTAS SEGALA KEMUNGKARAN TERBIAR BERLELUASA DENGAN BEBAS…YANG MUNGKAR BEBAS YANG MENENTANG MUNGKAR DISEKAT..RENUNG2KAN DAN SELAMAT BERAMAL.
Reply
Islam tidak terletak di pada istilah istilah..tetapi bagaimana kita memahami seluruh isi kandungan Al-Quran dan As-Sunnah..tu yg penting..tidak menyebut nama Ulama’ tidak bererti kita ini tidak Islamik..dan menyebut belum tentu kita ini Islamik.
Yang penting bagaimana kita umat Islam membawa diri ini selaras dengan tuntutan Al-Quran dan As-Sunnah
Reply
Saya pikir, sikap pak anwar cukup konstruktif dengan membuka ruang dialog dengan seluruh mazhab yang ada. Banyak gerakan dari kontinuum ekstrim radikal fundamentalis sampai ekstrim liberal terjebak pada pembenaran satu pemahaman dengan pandangan yang sempit. Semenetara Sesungguhnya ISlam tidak terbatas pada satu sudut pandang sahaja. Kiranya cukup jelas, bahwa seluruh pandangan dapat diterima dalam islam, dan sikap seorang muslim haruslah terbuka untuk menerima darimana saja kebenaran itu.
Unzhur Maa Qiila Wala Tanzhur Man Qaala, demikian Imam Ali as berkata.
Ada satu hal yang paling penting dalam interaksi dengan sesama kelompok muslim maupun non muslim. Ialah Akhlaq. Apabila dilandasi oleh akhlaq karimah, maka seluruh dialog akan menjadi mauizhah hasanah dan Mujadakah Bil Ahsan (Mohon Koreksi kalau bahasa arab saya salah). Seluruh proses hidup manusia, selama masih mencari kebenaran maka benar lah hidup itu.
Al qur’an memberikan kepada kita kriteria kebenaran:
Bukanlah kebajikan itu menghadapkan muka kepada timur atau barat. Namun (kebajikan itu adalah beriman kepada Allah, hari Akhir, dan seterusnya..(Al Baqarah 177)
Artinya dalam islam, bukanlah lokasi, simbol atau bentuk yang menjadi dasar kebenaran, melainkan, kriteria kebenaran itu sendiri yakni yang sesuai dengan keimanan, apa pun dan dari mana pun sumbernya.
Tidaklah berarti Muslim yang baik jika hanya mengutip sahaja sebarang tokoh muslim, namun tidaklah pula berarti berkurang keislaman jikalau mengutip tokoh cina, barat atau yang lainnya..
Salam Juang Pak Anwar
Yudi
Sec-Gen PII (Indonesia)
Reply
Perjuangan yang sebenar ialah membawa manusia kepada penghambaan terhadap Allah semata-mata. Rasulullah tidak bercakap soal pemerintahan dahulu tetapi memurnikan aqidah agar tulus suci. ini perjuangan yang perlu dahulu dibetulkan.
Reply